Ketua umum PSSI Erick Thohir menegaskan penggunaan wasit asing di Liga 1 2023/24 hanya bersifat sementara sebagai upaya meningkatkan kualitas pengadil lapangan lokal menjelang penggunaan video assistant referee (VAR).
Pada pertandingan akhir pekan kemarin, ada dua wasit asal Jepang yang memimpin laga. Futoshi Nakamura bertugas di partai Persib Bandung versus Persik Kediri. Sedangkan Yusuke Araki di pertandingan Persita Tangerang kontra Persikabo 1973.
Kendati demikian, dua asisten wasit dan wasit keempat tetap lokal. Menurut Erick, penggunaan wasit dari Jepang tersebut hanya dilakukan sementara untuk menularkan ilmu dan pengalaman mereka.
“Ini adalah sebuah bentuk kerja sama kami untuk meningkatkan kualitas perangkat pertandingan. Tidak sekadar wasit asing memimpin, tapi berkolaborasi dengan wasit lokal,” kata Erick dilansir laman resmi PSSI.
Erick menambahkan, kolaborasi yang dibangun dengan sumber daya manusia (SDM) lebih berpengalaman bisa perlahan-lahan meningkatkan kualitas SDM lokal. Terlebih lagi Liga 1 akan mulai menerapkan VAR yang tentu menjadi solusi bagi masalah persepakbolaan Indonesia.
“Sepakbola kita akan meningkat kualitasnya jika diikuti juga dengan peningkatan SDM yang terlibat di dalamnya, terutama perangkat pertandingan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai menteri badan usaha milik negara (BUMN) ini.
“Dengan usaha untuk meningkatkan kualitas wasit plus penggunaan VAR nanti, kita berharap kompetisi semakin berkualitas dari segala sisi, termasuk dari kualitas pertandingan yang punya standar tinggi.”
Di lain sisi, PSSI dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus melakukan persiapan menjelang diterapkannya teknologi VAR di Liga 1 2023/24. Rencana penggunaan VAR ini ditargetkan terealisasi pada Februari 2024.
Pelatihan VAR fase ketiga pada tahap dua pun sudah dimulai sejak 4 hingga 19 Desember. Kegiatan ini diikuti 18 wasit, 36 asisten wasit, dan 16 replay operator.
Dalam pelatihan ini dihadirkan instruktur dari FIFA yaitu Subkhidin (Malaysia) dan Tamer Dorry (Mesir). Sementara dari Hawk-Eye Innovations di antaranya Lewis Watterson, Florencia Silvetti Odiozabal dan Tilen Nastran.
