Arema FC Persebaya SurabayaGetty

Ketua Panpel Arema FC Pertanyakan Kualitas Gas Air Mata

Ketua panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC Abdul Haris mempertanyakan kualitas gas air mata yang ditembakkan polisi dalam tragedi Kanjuruhan akhir pekan kemarin.

Kepolisian telah menetapkan Haris sebagai satu dari enam tersangka tragedi Kanjuruhan yang memakan korban jiwa 131 orang meninggal dunia, dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Penembakan gas air mata ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di Stadion Kanjuruhan. Tindakan represif kepolisian pernah terjadi pada 2018 ketika Arema menjamu Persib Bandung. Saat itu, dua orang meninggal dunia, dan ratusan lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Haris meminta penembakan gas air mata itu diselidiki lebih dalam. Menurut Haris, gas air mata yang dilepaskan di dua peristiwa berbeda tersebut dirasakan berbeda dari segi kualitas.

“Saya mohon atas nama kemanusiaan, saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Tapi, dari lubuk hati yang terdalam saya minta Polri memeriksa gas air mata itu gas air mata yang seperti apa?” tanya Haris dikutip laman Wearemania.

“Yang saya rasakan gas air mata kali ini tidak sama rasanya dengan yang tahun 2018. Waktu itu banyak Aremania bergeletakan, tapi masih banyak yang bisa diselamatkan.”

“Saya minta (jasad korban) diotopsi, ini meninggal karena apa? Berhimpitan atau karena gas air mata? Tolong ini diusut tuntas. Saya minta, saya mohon. Kalau mau menghalau Aremania yang mau masuk ke lapangan, masak harus ditembakkan ke pintu evakuasi 12-13, dan pintu 13? Di sana itu banyak keluarga.”

Kendati demikian, Haris menyatakan dirinya sudah siap dengan statusnya sebagai salah satu tersangka. Haris memaklumi statusnya sebagai ketua panpel pertandingan membuat ia harus bertanggung jawab.

“Mari bersama-sama menuntut keadilan, kalaupun saya yang dijadikan tersangka saya siap. Saya ikhlas menerimanya, tanggung jawab ini akan saya pikul. Ini takdir saya. Ini musibah. Saya lebih takut dengan siksa Allah daripada siksa dunia,” tutur Haris.

“Kalau ada sukses pertandingan dibilang seluruh Indonesia ketuanya, tapi kalau ada kegagalan yang disalahkan ketua panpelnya. Janganlah berbahagia di atas penderitaan orang lain.”

0