OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Keinginan timnas Indonesia U-22 untuk bermain di Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 tampaknya sulit terlaksana. Pasalnya, panitia penyelenggara ajang tersebut (AISGOC) hanya memasukkan skuat asuhan Luis Milla ini sebagai tim cadangan.
Padahal, anggota komite eksekutif KOI bidang sports development Harry Warganegara, menuturkan telah mendaftarkan timnas Indonesia U-22 agar bisa bermain di ISG 2017. Namun, AISGOC hanya memilih delapan dari 12 negara saja yang bisa berpartisipasi dalam ajang tersebut.
SIMAK JUGA: Lawan Persija Jakarta, Timnas Indonesia U-22 Tak Cari Hasil Akhir
Delapan negara itu adalah Turki, Arab Saudi, Oman, Al Jazair, Palestina, Maroko, Kamerun, dan Azerbaijan. Oleh karena itu, bila tidak ada negara yang mundur timnas Indonesia U-22 tidak bisa berlaga di ajang multievent buat negara-negara islam ini.
"Ya kita sementara ini cuma cadangan. Mereka [AISGOC] yang memilih sendiri delapan tim untuk bermain. Tapi tidak ada penjelasan yang jelas bagaimana cara mereka menentukan delapan tim itu," kata Harry saat dihubungi Goal Indonesia.
SIMAK JUGA: Bima Sakti Yakin Timnas Indonesia U-22 Bisa Lampaui Thailand
Lebih lanjut, Harry menjelaskan pihaknya sudah memberitahukan hal ini kepada PSSI. Ia pun menyatakan kalau induk sepakbola Indoensia tersebut dapat menerima keputusan ini karena AISGOC memiliki hak untuk menentukan siapa saja negara yang bisa berpatisipasi.
"Kami sudah jelaskan ini kepada PSSI. Mereka dapat memahaminya, yang jelas kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar timnas Indonesia U-22 bisa bermain di sana," ujarnya.
