Pada Kamis malam, beredar video di media sosial yang memperlihatkan kericuhan setelah pertandingan play-off antara Ajax dan FC Groningen. Dalam video tersebut terlihat sekelompok suporter di area tribun tamu berusaha menerobos ke arah bagian yang dibatasi, tempat para penggemar Ajax berada.
Para pendukung tersebut mendesak pagar pembatas dan berhasil merobohkan beberapa pembatas. Di belakang pagar, barisan Pasukan Mobil (ME) telah bersiap dan langsung bertindak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Dalam rekaman tersebut terlihat bagaimana pasukan Mobile Unit menghentikan kelompok tersebut dan memaksa mereka mundur ke arah bus-bus FC Groningen.
Salah satu petugas yang hadir kemudian menggunakan gas air mata untuk memaksa kerumunan mundur. Setelah itu, situasi tampaknya terkendali dan petugas keamanan berhasil mencegah para pendukung menerobos barikade.
Kerusuhan ini terjadi pada minggu di mana FC Groningen harus berjuang keras agar para pendukungnya diizinkan ikut serta. Awalnya, pemerintah kota Edam-Volendam memutuskan untuk tidak mengizinkan pendukung tim tamu masuk minggu ini karena kerusuhan seputar pertandingan FC Volendam - Telstar pada Minggu lalu.
Setelah konsultasi antara pemerintah kota, polisi, dan pihak-pihak terkait, pada hari Selasa diputuskan untuk tetap menyambut suporter Groningen di Volendam, tempat Ajax memainkan pertandingan kandangnya karena adanya konser di Johan Cruijff ArenA.
Ajax menang 2-0 di Stadion Kras berkat gol dari Davy Klaassen dan Jorthy Mokio. Tim asuhan Oscar García tampil lebih baik selama sembilan puluh menit dan mengendalikan tim Groningen hampir sepanjang pertandingan.
