Bergerak dengan cepat, begitulah dunia sepakbola.
Dapatkah Anda membayangkan sebuah situasi, sembilan atau 12 bulan lalu, di mana Liverpool - dan fans Liverpool – bakal tergoda untuk melepasn Gini Wijnaldum?
Tetapi di sinilah kita berada, September 2020, dan pemain Belanda itu berpeluang pergi sebelum jendela transfer musim panas ditutup.
Sumber di Spanyol sudah mengonfirmasi kepada Goal, Barcelona yakin mendapatkan incaran utama manajer baru Ronald Koeman. Namun Liverpool bersikeras tidak ada komunikasi apapun, meski demikian itu diperkirakan akan berubah.
Di akhir pekan lalu, media Inggris mengabarkan bayaran sebesar £15 Juta akan cukup untuk membuat Liverpool bersedia merundingkan bisnis.
Apakah itu terlihat sangat sedikit? Ya, begitulah. Wijnaldum mungkin sedang memasuki tahun terakhir kontraknya di Liverpool dan beberapa bulan lagi akan berusia 30. Tapi nilainya untuk Jurgen Klopp tidak perlu dipertanyakan lagi.
Dan itu tidak boleh diremehkan.
Liverpool akan merindukan Gini ketika dia pergi, itu jelas. Mereka akan kehilangan kemampuannya menguasai bola, menciptakan ruang, kerja kerasnya dalam menutup ruang, memberi tekanan dan mengisi celah kosong yang ditinggalkan pemain lain.
Mereka akan kehilangan keahlian khususnya, ketenangannya saat berada di ruang sempit dan kemampuannya menciptakan gol dalam sebuah pertandingan besar.
Barcelona pasti sudah mengetahui itu semua.
(C)Getty ImagesWijnaldum menggunakan nomor 5 di Anfield tapi dia bermain layaknya pemain nomor 6, 8 atau 10 di lini tengah Klopp. Dia pemain dengan peran nomor 9 ketika Liverpool tampil di Camp Nou tahun lalu dan dia berhasil menjadi bagian tiga bek sejajar ketika lini belakang The Reds dihantam badai cedera.
Mantan pemain Newcastle itu pernah menjadi pesenam ketika masih belia, dan fleksibelitasnya itu berlanjut ke dalam karier sepakbolanya.
Klopp mempercayainya, dia selalu berada dalam pertandingan besar. Wijnaldum bermain 187 kali untuk Liverpool, 11 ketika bersua dengan Manchester City (lebih banyak dari tim mana pun), sembilan kali versus Chelsea, Arsenal dan Tottenham serta delapan kali lawan Everton.
Pertandingan besar membutuhkan seorang gelandang tertentu dan untuk empat musim Wijnaldum menjadi pelindung ternyaman Klopp. 19 gol yang diciptakannya bakal dikenang untuk kontribusinya dan eksekusinya.
“Apakah dia gelandang yang sempurna?” Klopp ditanya pada tahun lalu. “Dari kelengkapan skill 100 persen. Dia punya segala yang Anda butuhkan.”
Pendapat itu tidak berubah. Wijnaldum hanya sekali absen di semua pertandingan liga Liverpool pada musim lalu dan dia bermain di setiap pertandingan Liga Champions. Tidak ada gelandang the Reds yang menandingi catatan menit bermainnya. Jika situasi itu tidak berubah di mata Klopp, maka sang pemain dipastikan bakal mendapat kontrak baru.
Tapi nyatanya tidak, dan ini faktor kunci.
Negosiasi perpanjangan kontrak terhenti tahun ini. Klopp menolak berkomentar. Dia juga tidak menyatakan pendapatnya. Tapi sebenarnya dia telah mengatakan seluruhnya, yang berarti akhir dari segalanya.
Liverpool membiarkan permain pergi secara cuma-cuma. Emre Can mengakhiri kontraknya dan bergabung dengan Juventus di 2018. The Reds juga membiarkan Alberto Moreno dan Daniel Sturridge hijrah ke klub lain.
Musim panas sekarang giliran Adam Lallana yang melangkah pergi dari Anfield setelah enam tahun pengabdian. Nathaniel Clyne juga melakukan hal yang sama, meskipun dengan sedikit publisitas.
Kasus Wijnaldum berbeda. Dia adalah andalan tim, salah satu wakil kapten. Dia adalah seorang pemimpin, panutan, suara ruang ganti, seseorang yang benar-benar selaras dengan Klopp – secara teknik, taktik dan fisik.
Kehilangan pemain bertalenta seperti itu di bawah aturan Bosman adalah opsi terakhir yang dimiliki direktur olahrga The Reds, Michael Edwards.
Mencari pengganti tentu tidak mudah, di dalam atau di luar lapangan. Kita tahu gelandang seperti apa yang diinginkan fans Liverpool dan betapa hebatnya dia namun bahkan Thiago Alcantara harus bekerja sangat keras untuk menjadi pengganti Wijnaldum, itupun bila Liverpool jadi meminangnya.
Getty/GoalSelain Thiago – dan segala ketidakpastian yang terus berlanjut – sikap Klopp berdasar pada perkembangan pemain lainnya di dalam klub.
Naby Keita terlihat fit dan mempuni – semoga akan terus berlanjut – sementara sang youngster Curtis Jones siap untuk memberikan kontribusi besar bagi tim.
Selain itu, Takumi Minamino, tampil mengesankan pada pertandingan pramusim dan mampu menjadi opsi menjanjikan di sejumlah posisi gelandang atau penyerang. Minamino mencetak gol ketika Liverpool menang telak pada pertandingan persahabatan melawan Blackpool, Sabtu (5/9) lalu.
“Kejutan, sesuatu yang tidak dapat diprediksi,” demikian seru asisten manajer Liverpool Pep Lijnders tentang apa yang dibutuhkan tim untuk melanjutkan kesuksesan, dan mungkin itu berarti adanya perubahan set-up, pergeseran mental, dan secara perlahan menjalankan perputaran dari pemain coba-coba menjadi yang terpercaya.
Wijnaldum tentunya memahami itu, namun jelas terlihat jika waktunya di Liverpool segera habis.
Kerugian Liverpool, keuntungan Barcelona.
