Keputusan mengejutkan Hansi Flick untuk mencoret Alejandro Balde dari skuad Barcelona menghadapi Elche menimbulkan kontroversi luas di dalam tubuh klub Katalan itu, sebuah langkah yang ditafsirkan para pengamat lebih dari sekadar keputusan teknis.
Pelatih asal Jerman tersebut menegaskan dalam konferensi persnya bahwa pencoretan itu tidak berarti membuka pintu bagi kepergian bek muda tersebut, melainkan datang sebagai buah dari perasaannya bahwa sang pemain sedang melalui masa-masa sulit dan membutuhkan waktu untuk menata kembali pikirannya. Kedua pihak diperkirakan akan menggelar pertemuan penting pada Senin mendatang untuk memperjelas segala hal.
Menurut apa yang diungkap program "Què t'hi Jugues!" melalui radio "Cadena SER", manajemen Barcelona masih yakin bahwa Balde memiliki seluruh modal untuk menjadi yang terbaik di Eropa di posisinya, tetapi mereka menilai bahwa ia tidak menunjukkan upaya yang diperlukan untuk mencapai posisi tersebut.
Keputusan Flick pun datang sebagai lonceng peringatan untuk membangunkannya. Kejutan itu terasa besar bagi sang pemain sendiri, yang mengira dirinya akan masuk dalam skuad. Meski terkejut, orang-orang dekatnya menyampaikan tekadnya untuk bertahan dan mempertahankan posisinya.
Analis Santi Ovalle menjelaskan bahwa Balde tidak diberi tahu sama sekali sepanjang musim panas bahwa ia berada di luar perhitungan tim pelatih, hal yang mendorongnya untuk menolak sejumlah tawaran, hingga kini ia dikejutkan oleh kenyataan yang benar-benar berbeda.
Di sisi lain, analis Jofre Mateu berpendapat bahwa Flick sengaja menggunakan kasus Balde untuk menyampaikan pesan kolektif kepada seluruh anggota tim lainnya. Setelah musim lalu memperingatkan bahaya kelengahan usai meraih gelar, pelatih Jerman itu menyadari bahwa timnya berada di ambang peluang bersejarah untuk memenangi LaLiga selama tiga musim beruntun, sebuah pencapaian yang hanya diraih oleh Johan Cruyff dan Pep Guardiola. Karena itulah ia ingin menegaskan bahwa tidak ada pemain yang tak tersentuh.
Dalam konteks terkait, masa depan duet Héctor Fort dan Marc Casadó tampaknya berada di luar tembok Camp Nou, mengingat keduanya belum mendapatkan menit bermain di tim utama hingga saat ini. Fort menjadi incaran Real Sociedad dan Borussia Dortmund, dengan keunggulan berada di pihak klub Jerman berkat kemampuan finansialnya.
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"
Adapun soal perekrutan, setiap langkah untuk mendatangkan bek baru tetap bergantung pada kepergian Balde, sebuah skenario yang saat ini kecil kemungkinannya. Jika hal itu terjadi, muncul nama Jorge Salinas, bek Racing Santander dan salah satu bintang paling menonjol dalam promosi tim tersebut ke LaLiga musim lalu, sebagai opsi yang tersaji di meja manajemen olahraga.

