Toyota - Ezra WalianGoal Indonesia

Keputusan Baru FIFA Melonggarkan Pemain Untuk Membela Tim Nasional Baru


OLEH   ALVINO HANAFI

FIFA secara resmi telah melakukan perubahan aturan tentang pesepakbola yang ingin beralih asosiasi negara atau bermain untuk tim nasional baru. Amandemen statuta itu telah disetujui di Kongres ke-70 pada Jumat (18/9) lalu.

Sebelumnya pada awal tahun ini, FIFA telah mengajukan proposal untuk mengubah beberapa statuta terutama tentang status alih kewarganegaraan pesepakbola  menjadi salah satu topik utama yang dibahas.

Sebelum aturan baru diberlakukan, seorang pemain hanya bisa mengganti status asosiasi pemain jika sang pemain hanya bermain dalam laga persahabatan dan tidak bermain satu detik pun pada laga kompetitif seperti pertandingan pada babak kualifikasi dan turnamen internasional.

Kini, aturan itu telah dilonggarkan sehingga memungkinkan bagi para pemain yang ingin mengubah status kewarganegaraannya selama mereka berusia kurang dari 21 tahun saat membela asosiasi asal, dan hanya tampil tiga kali atau kurang di laga internasional, termasuk pertandingan di laga kualifikasi - tetapi bukan turnamen seperti Piala Asia, Piala Afrika, Piala Oseania, Piala Eropa, Copa America, Piala Emas CONCACAF, atau Piala Dunia.

Setelah itu, pemain baru bisa memperkuat asosiasi atau tim nasional baru mereka setelah tiga tahun sejak sang pemain terlibat di turnamen internasional resmi FIFA terakhir.

Aturan baru yang diuraikan di Kongres FIFA ke-70 sekarang berlaku jika pemain:

1. Diturunkan pada pertandingan dalam kompetisi resmi level internasional "A" untuk asosiasi asal.

2. Pada saat diturunkan untuk pertandingan pertama pemain dalam kompetisi resmi (di tingkat manapun) untuk asosiasi asal, pemain memegang kewarganegaraan yang ingin dia wakili.

3. Pada saat diturunkan untuk pertandingan terakhir mereka dalam kompetisi resmi untuk asosiasi asal pemain, pemain belum berusia 21 tahun.

4. Bermain tidak lebih dari tiga pertandingan di tingkat internasional "A" untuk asosiasi asal, baik dalam kompetisi resmi atau kompetisi non-esmi.

5. Setidaknya sudah tiga tahun sejak diturunkan untuk pertandingan terakhir mereka di tingkat internasional "A" untuk asosiasi asal mereka saat ini, baik dalam kompetisi resmi atau kompetisi nonresmi.

6. Tidak pernah berpartisipasi dalam turnamen sepakbola jenis apa pun di tingkat internasional "A" seperti turnamen final Piala Dunia atau turnamen final kompetisi konfederasi (Piala Asia, Piala Eropa, Copa America, Piala Emas CONCACAF, Piala Afrika, dan Piala Oseania).

FIFA elegibilidad jugadores selecciones Munir Funes MoriGetty

Penyerang Sevilla berpaspor Spanyol dan Maroko, Munir El Haddadi menjadi salah satu pesepakbola yang menyuarakan rasa frustasinya pada aturan lama. Sebelumnya, El Haddadi sempat membela tim utama Spanyol dalam kualifikasi Euro 2016 melawan Makedonia Utara pada 2014.

Satu tahun setelah mewakili Spanyol, Munir menghubungi FIFA untuk memberitahu keinginannya membela Maroko akan tetapi hal itu ditolak. Munir pun bahkan sempat mengajukan permasalahannya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga pada April 2018, tetapi putusan itu juga dibatalkan.

Dengan statuta baru yang sudah diamandemen, El Haddadi kini memenuhi syarat untuk memperkuat Maroko karena dia masih berusia 19 tahun saat membela Spanyol dan hanya memiliki satu penampilan saja.

Selain El Haddadi, angin segar juga dirasakan pesepakbola kelahiran Belanda yakni Kevin Diks dan Ezra Walian. Kini keduanya makin berpeluang memperkuat tim nasional Indonesia yang merupakan tanah leluhur kedua pemain itu.

Sebelumnya Kevin dan Ezra mengalami situasi yang sangat sulit membela panji Merah-Putih. Pasalnya PSSI menganggap kedua pemain tersandera Pasal 5 Ayat 2 Statuta FIFA, terutama untuk kasus Ezra Walian yang di mana sebetulnya sang pemain telah memegang paspor Indonesia sejak 2017.

Dalam statuta FIFA yang belum diamandemen itu disebutkan jika pemain yang telah berpartisipasi dalam pertandingan (baik secara penuh atau sebagian) dalam kompetisi resmi kategori apa pun untuk satu asosiasi tidak boleh memainkan pertandingan internasional untuk mewakili tim dari asosiasi lain.

Dalam statuta lama, rekan dari gelandang Manchester United, Donny van de Beek itu jelas sulit membela timnas Indonesia lantaran pernah mewakili Belanda di turnamen resmi FIFA level junior.

Kevin Diks Empoli 01312019Getty Images
Iklan
0