Suasana berbeda terjadi di Lapangan Sepakbola Aldiron, Jakarta Selatan, Kamis (24/10). Legenda timnas Indonesia menggelar pertandingan melawan Maluku All Star Indonesia.
Laga tersebut digelar bukan hanya sekadar mencari keringat atau silaturahmi antara mereka saja. Melainkan, pertandingan amal untuk korban gempa Maluku, yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut juga berkumpul para calon ketua umum, calon wakil ketua umum, dan calon anggota komite eksekutif (Exco) PSSI. Seperti Fary Francis, Yesayas Octavianus, Beny Erwin, Esti Puji Lestari, Erwin Mahyudin, David Sulaksmono dan Nasir Salassa.
Kehadiran, para calon tersebut bukan sebagai kampanye dalam kongres pemilihan PSSI periode 2019-2023. Tapinya, mereka datang murni mengumpulkan dana terhadap korban gempa Maluku.
"Hari ini kami melakukan laga amal teman-teman dari Indonesia Football Ambassador, atau teman legenda dari timnas bersama dengan tim Maluku All Star. Mereka ingin menunjukkan sepakbola itu cinta, sepakbola itu penuh kepedulian itu datang dari hati," kata satu di antara calon ketua umum PSSI Fary Francis.
"Ini untuk membangun PSSI yang baru dengan cinta. Kami sudah dengarkan teman-teman dari legenda timnas ingin ada perubahan di tubuh PSSI, ada reformasi, untuk kami bisa mengelola sepakbola yang baru penuh dengan hati," tambahnya.
Tak jauh berbeda dengan perkataan Fary, legenda timnas Indonesia Herry Kiswanto menyatakan orang-orang yang memimpin PSSI harus cinta terhadap sepakbola. Tanpa, hal itu persepakbolaan tanah air tidak bakal maju.
"Ya harus mencintai dan menjiwai jadi jangan ada hal-hal yang sifatnya berkompetisi dengan tidak sehat. Kami harus mencintai, menjiwai sehingga seni dalam sepakbola itu betul betul keluar, karena dengan ini Insya Allah sepakbola kita akan berkembang," ucap Heri.
"Penonton enak datang, tidak takut, beberapa hari terakhir ada kerusuhan di Yogyakarta yang tidak kami inginkan dan itu tidak boleh terjadi," imbuhnya.
Adapun donasi terkumpul yang diberikan terhadap korban gempa, Rp105 juta dan diterima secara langsung oleh Hendrik Lewerisa, anggota DPR RI dari Maluku. Laga tersebut berakhir untuk kemenangan legenda timnas Indonesia dengan skor 3-1.
