Lazio berhasil lolos ke final Coppa Italia. Tim asal Roma itu bermain imbang 1-1 dengan Atalanta pada waktu normal, dan karena tidak ada gol yang tercipta pada babak perpanjangan waktu, pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. Berkat penampilan gemilang kiper Edoardo Motta, yang berhasil menahan empat (!) tendangan penalti, serta gol penalti yang dicetak oleh Kenneth Taylor, Lazio pun melaju ke babak selanjutnya. Pada 13 Mei, Lazio akan bertanding di final di kandang sendiri, Stadio Olimpico, melawan Inter.
Di kubu Atalanta, Marten de Roon tentu saja mendapat tempat di starting line-up. Legenda klub ini berduet di lini tengah bersama Éderson. Di Lazio, unsur Belanda bahkan lebih dominan: baik Taylor maupun Tijjani Noslin turun sebagai starter di Bergamo.
Setelah hasil imbang 2-2 di leg pertama, dua leg ini masih terbuka lebar. Baik Atalanta maupun Lazio tidak mengambil risiko yang tidak perlu, yang meminimalkan jumlah peluang. Atalanta yang paling mengancam, tetapi antara lain tendangan voli Nicola Zalewski tidak membawa Atalanta pada gol yang diinginkan.
Lazio mengincar serangan balik dan tak banyak menciptakan ancaman dengan taktik tersebut. Kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, pun tak banyak bekerja, dan pada 15 menit pertama babak kedua, pemain Italia itu hampir tak melihat seragam biru muda di depannya.
Setelah satu jam, sepertinya kebuntuan terpecahkan. Sebuah umpan silang diolah dengan buruk oleh Mario Gila dan Motta, yang saling menghalangi. Bola yang memantul diselesaikan oleh Éderson, tetapi setelah pemeriksaan VAR, wasit Andrea Colombo memutuskan adanya pelanggaran terhadap Motta.
Di sisi lain, Noslin lolos di belakang pertahanan Atalanta. Pemain asal Belanda itu gagal mengoper bola dan mencoba mencetak gol sendiri tanpa hasil, yang memicu kemarahan beberapa rekan setimnya yang menyerbu ke arahnya.
Pada menit ke-84, Lazio sepertinya akan meraih kemenangan ketika Alessio Romagnoli tiba-tiba mencetak gol dari tendangan sudut. Namun, dua menit kemudian, Atalanta menyamakan kedudukan melalui Mario Pasalic, yang melepaskan tendangan dari tepi kotak penalti dan bola melesat ke sudut jauh melalui Taylor: 1-1.
Di akhir masa injury time, Atalanta nyaris meraih kemenangan di waktu normal, namun sundulan mantan pemain PSV, Gianluca Scamacca, berhasil ditepis Motta hingga membentur tiang gawang. Di babak perpanjangan waktu, skor 2-1 seolah akan tercipta, namun gol Giacomo Raspadori dianulir karena offside.
Tidak ada gol lagi yang tercipta di babak perpanjangan waktu, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti. Gagal mengeksekusi penalti oleh Nuno Tavares dan Domenico Cataldi (Lazio) tidak berdampak, karena kiper Motta berhasil menepis tendangan Scamacca, Davide Zappacosta, Pasalic, dan Charles De Ketelaere. Taylor berhasil mengeksekusi tendangan penaltinya.


