Udinese terkesan tidak terima dengan kekalahan 2-1 yang mereka alami dari Juventus, dengan direktur mereka, Pierpaolo Marino menuduh petinggi Bianconeri, Fabio Paratici mengintimidasi wasit.
Friulani sempat memimpin 1-0 hingga fase akhir pertandingan, sebelum Cristiano Ronaldo muncul sebagai pahlawan bagi Juve dengan dua gol telatnya.
Gol pertama Juve dicetak oleh Ronaldo melalui titik putih setelah Rodrigo De Paul menghalau tendangan bebasnya dengan tangan, sementara yang kedua dibikin sang superstar Portugal dengan sundulan.
Sebelum momen itu, ada adegan buruk yang terjadi saat jeda ketika direktur Juve, Paratici berdiri di pintu masuk lorong stadion dan terlihat berteriak ke arah wasit Daniele Chiffi.
Paratici memprotes keputusan wasit yang menyudahi babak pertama tanpa adanya tambahan waktu, namun gayanya agak ekstrem dan memang sering dilakukannya sepanjang musim ini.
"Saya marah karena tim saya [Udinese] menampilkan performa yang luar biasa dan saya di sini untuk melindungi kerja keras mereka," kata Marino kepada Sky Sport Italia.
"Tendangan bebas Ronaldo yang menyebabkan penalti itu seharusnya justru menjadi tendangan bebas untuk Udinese. Saya seorang veteran sepakbola, jadi saya telah melihat sebelumnya ada orang-orang yang mengeluhkan kurangnya waktu tambahan di babak pertama untuk mengintimidasi wasit."
"Kemudian setelah itu, wasit bisa memberikan penalti atas tendangan bebas yang seharusnya tidak ada. Juan Cuadrado yang sebenarnya melakukan pelanggaran terhadap Jens Stryger-Larsen, bukan sebaliknya."
"Itu adalah kesalahan [wasit] yang mencolok dan tidak bisa diabaikan. Saya yakin wasit dipengaruhi oleh serangan verbal terhadap Chiffi di babak pertama oleh direktur, staf, pelatih dan para pemain Juve."
"Cara mereka [kubu Juve] berperilaku, seolah-olah mereka rugi karena tidak ada tambahan waktu selama 40 detik. Hal semacam ini seharusnya ada di era sepakbola lain. Saya berbicara menentang hal-hal semacam itu dan sekarang kembali akan menentangnya."




