OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menginginkan PSSI menjelaskan alasan yang tepat tidak memperpanjang kontrak Indra Sjafri sebagai pelatih timnas Indonesia U-19. Mereka menilai Indra sudah menunjukkan performa yang bagus.
Sejumlah kegagalan yang didapatkan Egy Maulana Vikri dan kolega yang menjadi salah satu faktor Indra diberhentikan. Timnas Indonesia U-19 gagal mencapai target juara pada Piala AFF U-18 beberapa waktu lalu, karena hanya menduduki peringkat ketiga.
Bukan itu saja, timnas Indonesia U-19 juga kalah bersaing dari Malaysia dan Korea Selatan ketika menjalani Kualifikasi Piala Asia U-19. Beruntung, hasil minor tersebut tak mempengaruhi kelolosan Garuda Nusantara ke putaran final karena status tuan rumah.
"Terkait soal itu [pemecatan Indra Sjafri] memang kami hormati keputusan PSSI. Tapi harapan kami PSSI punya alasan kuat kenapa Indra diberhentikan," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.
"Harusnya kita bisa melihat Indra Sjafri secara menyeluruh. Dia kan termasuk sukses di usia muda. Bahwasanya dinilai kurang berhasil, kita harus lihat sebab akibatnya," ia menambahkan.
Gatot melanjutkan, tidak diperpanjang kontrak Indra dapat membuat suasana gaduh. Ini karena sejumlah pecinta sepakbola nasional menilai mantan arsitek Bali United ini masih layak menjadi nahkoda timnas Indonesia U-19.
"Harusnya PSSI bisa cari momentum yang pas. Kalau keputusan menganti Indra menjadi lebih baik, oke fine, tapi kalau tidak pasti ada guncangan yang lainnya," ujarnya.
