OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Dalam rangka percepatan pembangunan sepakbola nasional, sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan bantuan untuk PSSI menggelar kursus lisensi C AFC di Yogyakarta, 18-30 Desember 2017.
Ini merupakan salah satu dari tujuh paket bantuan yang dialokasikan oleh Kemenpora melalui asisten deputi tenaga dan organisasi keolahragaan, bersama deputi bidang prestasi olahraga kepada PSSI. Kegiatan ini merupakan pelatihan terakhir dari 11 pelatihan pelatih C AFC yang diselenggarakan oleh PSSI pada tahun 2017.
Direktur teknik PSSI Danurwindo menyatakan untuk mencapai sepakbola yang sukses, terdapat tiga pilar penting, yakni pengembangan usia dini, pendidikan dan pelatihan pelatih, serta kompetisi atlet usia dini.
"Tiga hal ini yang sedang ditata dan dikembangkan oleh PSS sekarang," kata Danur.
Sementara asisten deputi peningkatan tenaga dan organisasi keolahragaan, yang diwakili oleh kabid wasit juri dan tenaga pendukung Suyadi Pawiro menyampaikan bahwa kemenpora menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Menurutnya itu meruapakan bagian dari pembinaan jangka menengah dan panjang.
"Memang penting melihat apa yang ada di depan mata saat ini, tetapi yang juga sangat penting adalah membangun sistem untuk jangka 10-30 tahun yang akan datang," ujarnya.
"Para pelatih saat ini akan menjadi kontributor bagi pembinaan sepakbola 10-20 tahun yang akan datang. Sinergi antarsemua pihak menjadi sangat krusial baik pemerintah, PSSI maupun pihak swasta."
"Dalam beberapa tahun belakangan, PPLP yang merupakan binaan Kemenpora dan Dispora, telah ikut andil cukup strategis dalam penyiapan pesepakbola usia muda kita. Beberapa pemain timnas muda kita juga merupakan produk dari PPLP. Untuk itu PSSI bersama Kemenpora perlu melakukan pembinaan bagi para pelatih PPLP kita di masa yang akan datang," tambahnya.
