Todd Rivaldo Ferre - Persipura JayapuraAbi Yazid / Goal

Kekhawatiran Todd Rivaldo Ferre Bermain Di Liga Thailand

Pemain muda potensial Indonesia Todd Rivaldo Ferre, mengaku punya satu kekhawatiran untuk merumput di Liga Thailand. Ia cemas sulit berkomunikasi dengan rekan setimnya karena perbedaan bahasa.

Rivaldo Ferre, kini berstatus pemain Lampang FC. Klub yang bermain di Thai League 2 tersebut meminjamnya dari Persipura Jayapura hingga Maret 2021.

Namun, masa bakti Rivadlo Ferre bersama Lampang FC bisa saja bertambah. Asalkan kesebelasan tersebut lolos ke babak play-off yang dihelat April mendatang.

Bermain untuk Lampang FC, jadi pengalaman baru Rivaldo Ferre, keluar dari Indonesia. Selama ini ia mengabdi bersama Persipura sejak awal memulai kariernya di dunia sepakbola profesional.

“Mungkin yang masih menjadi masalah bahasa saja, kalau pemainnya pake bahasa Inggris ya mungkin saya masih bisa sedikit-sedikit mengerti. Tapi kalau pake bahasa Thailand ini yang saya pikir juga,” kata Rivaldo Ferre dikutip Cenderawasih Pos.

Kendati begitu, Rivaldo Ferre meyakini bisa melewati persoalan tersebut. Ia bakal berusaha keras agar dapat memahami maksud dari ucapan rekan setimnya atau pelatih. 

“Ya mungkin nanti kalau di sana [Thailand] baru belajar-belajar bahasa,” ujar pesepakbola berusia 21 tahun tersebut.

Todd Rivaldo Ferre - Persipura JayapuraAbi Yazid / Goal

Sejak beberapa hari lalu, Rivaldo Ferre sudah tiba di Thailand. Akan tetapi, ia tidak bisa langsung bergabung ke klub barunya karena mesti menjalani karantina selama dua pekan sesuai dengan peraturan pemerintah negara tersebut.

Diperkirakan Rivaldo Ferre baru bisa debut ketika Lampang FC menghadapi Kasetsart FC. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari 2021.

Nasib Rivaldo Ferre, terbilang lebih baik dibanding pemain Persipura lainnya. Hal itu karena Mutiara Hitam memutuskan membubarkan tim.

Keputusan tersebut diambil karena Persipura, mengalami krisis finansial. Bank Papua, yang menjadi satu di antara sponsor, tidak mau mencairkan uang sebesar Rp5 miliar.

Penyebab tidak cairnya uang tersebut karena Liga 1, tak berjalan. Kompetisi sepakbola kasta teratas Tanah Air tersebut sudah berhenti sejak pertengahan Maret tahun lalu.

Sampai sekarang kelanjutan Liga 1 masih buram. Rencana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), menggelarnya pada Februari mendatang belum tentu terealisasi.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri), belum memberikan izin. Tanpa adanya hal tersebut PSSI dan PT LIB tidak dapat melaksanakan Liga 1.

Iklan
0