Timnas Argentina, juara bertahan Piala Dunia, kemungkinan absennya kiper Aston Villa, Emiliano Martínez, dalam pertandingan pembuka melawan Aljazair pada Selasa malam mendatang, dalam putaran pertama babak penyisihan grup Piala Dunia 2026, akibat cedera pada jari manis tangan kanannya yang belum menunjukkan perbaikan signifikan meskipun gipsnya telah dilepas kemarin.
Menurut laporan televisi Argentina, yang merekam cuplikan sesi latihan terakhir tim nasional, Martinez tampak jelas kesakitan di akhir latihan, meskipun ia melepas gips tangannya untuk pertama kalinya pada hari Jumat, cedera pada jari manis tangan kanannya masih menyebabkan rasa sakit yang tajam dan belum menunjukkan perbaikan yang diharapkan, yang menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan staf teknis yang dipimpin oleh Lionel Scaloni beberapa hari sebelum pertandingan penentu.
Media Argentina menjelaskan bahwa staf teknis sangat cenderung untuk mengistirahatkan Martinez pada pertandingan pertama guna menghindari risiko yang dapat memperparah cedera dan membuatnya absen dalam pertandingan-pertandingan krusial mendatang, terutama karena turnamen ini panjang dan membutuhkan kondisi prima dari kiper utama, sementara posisinya akan digantikan oleh Geronimo Rulli, kiper Villarreal asal Spanyol, yang memiliki pengalaman internasional yang baik dan mendapat kepercayaan dari staf teknis.
Pertandingan antara Argentina dan Aljazair dianggap sebagai salah satu pertandingan terpenting di babak pertama Piala Dunia 2026, di mana juara bertahan berusaha meraih awal yang kuat untuk menghindari terulangnya skenario Piala Dunia Qatar 2022 ketika mereka secara mengejutkan kalah dari Arab Saudi di pertandingan pembuka dengan skor 2-1, kekalahan yang menempatkan tim di bawah tekanan besar sebelum akhirnya berhasil bangkit dan meraih gelar juara.
Selain kemungkinan absennya Martinez, timnas Argentina dipastikan akan kehilangan jasa bek kiri Nicolás Tagliafico, yang menempatkan staf pelatih di hadapan tantangan tambahan dalam mengatur barisan pertahanan menjelang laga sulit melawan Aljazair, yang menjadi ujian sesungguhnya bagi kesiapan juara bertahan dan kemampuannya mempertahankan gelar kontinental di tengah kondisi sulit ini.

