Penyerang PSS Sleman Saddam Emiruddin Gaffar, jadi satu di antara nama yang dipanggil untuk pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-22, di Jakarta. Namun, ia tidak bisa berpartisipasi dalam agenda tersebut.
Sebanyak 36 pemain dipanggil mengikuti TC yang digelar pada 8 sampai dengan 28 Februari 2021. Agenda tersebut merupakan persiapan timnas Indonesia U-22 untuk berlaga di SEA Games tahun ini.
Saddam tak dapat bergabung karena mesti mengikuti tes masuk TNI Angkatan Udara (AU). Sebagai gantinya, manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong, memanggil pemain Barito Putera Kahar Kalu Muzakkar.
"Kahar Kalu dipanggil untuk menggantikan Saddam yang mengikuti tes TNI AU," kata asisten pelatih timnas Indonesia Nova Arianto, saat dihubungi awak media.
Nova menjelaskan Kahar Kalu, merupakan permintaan langsung dari Tae-yong. Ia menyampaikan sudah sejak lama juru formasi asal Korea Selatan tersebut memperhatikan permainan pemain berusia 21 tahun tersebut.
Goal Indonesia"Kahar Kalu posisinya striker dan usianya masih bisa diproyeksikan untuk SEA Games 2021. Jadi, mungkin coach Tae-yong ingin melihat semua potensi yang ada untuk proyeksi SEA Games karena kompetisi juga belum jalan," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Saddam sempat mengatakan ingin menjadi TNI AU untuk bekal di hari tua. Ia sadar tak mungkin selamanya bisa terus bermain sepakbola.
Selain itu, Saddam juga mendapat masukan dari beberapa pemain senior yang dikenalnya. Ia menyebut pesepakbola Indonesia bisa masuk lewat jalur prestasi di TNI.
"Soalnya sepak bola kan tidak sampai umur ke atas. Paling sampai umur 30-34 juga sudah berat. Alasan lainnya, karena dari keluarga tidak ada yang anggota angkatan. Cuma saudara jauh yang ada, Jadi ingin saja. Keluarga juga sangat mendukung, baik katanya," ucap Saddam.
Pada SEA Games tahun ini Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, menargetkan timnas Indonesia U-22, mendapat medali emas. Persiapan maksimal mesti dilakukan untuk mencapai target yang diberikan tersebut.
Terakhir kali skuad Merah Putih mendapatkan medali emas SEA Games terjadi pada 1991. Setelah itu, tidak pernah lagi timnas Indonesia meraihnya.
