Manajer Kamboja Keisuke Honda menilai matchday kedua mereka di Grup A melawan timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (23/12), tidak akan berlangsung mudah.
Kamboja mendapatkan modal berharga menjelang laga tandang ke Jakarta setelah mengalahkan pasukan muda Filipina dengan skor ketat 3-2 di Stadion Morodok Techo, Selasa (20/12).
Kamboja sempat mengungguli Filipina melalui gol Reung Bunheing dan Orn Chanpolin pada menit ke-16 dan 20. Namun Filipina bangkit untuk mengejar ketertinggalan lewat brace Kenshiro Daniels di menit ke-41 dan 55. Bunheing tampil sebagai pahlawan setelah memastikan kemenangan Kamboja pada menit ke-59.
Tim besutan Ryu Hirose ini selanjutnya menghadapi salah satu tim favorit, Indonesia. Honda mensyukuri kemenangan atas Filipina, namun di lain sisi mengakui duel nanti tidak akan mudah bagi Kamboja, karena mereka harus bermain di kandang lawan.
“Terima kasih atas dukungan kalian (fans Kamboja) malam ini melawan Filipina. Pertandingan berikutnya adalah yang paling penting, dan itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit melawan Indonesia. Kami akan mempersiapkannya,” ucap Honda.
Menghadapi timnas Indonesia yang dianggap memiliki materi pemain lebih baik, Kamboja masih harus melakukan pembenahan, terutama dengan keberhasilan Filipina mencetak dua gol.
Kapten tim Souey Visal merasa senang mereka bisa melewati adangan pertama dengan torehan positif. Hanya saja, Kamboja masih perlu menjaga konsistensi permainan agar tidak mudah kebobolan.
“Yang pasti, kami sangat senang bisa menang di kandang sendiri. Itu adalah performa tim yang bagus. Tetapi tetap saja ada masalah, terutama di akhir setiap babak. Kami perlu memperbaikinya,” ucap Visal dikutip laman federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF).
Sementara bagi Filipina, kekalahan dari Kamboja tentunya membuat langkah mereka menjadi berat. Sebab, dua dari tiga pertandingan terakhir melawan tim yang tak mudah dihadapi, Thailand dan Indonesia.
“Kami menciptakan peluang, tetapi kami tidak bisa menuntaskan sentuhan terakhir. Sekarang pertanyaannya adalah apakah di tiga pertandingan terakhir kami bisa membalikkan keadaan?” ujar Mark Hartmann.
