Keinginan suporter agar Marco Gracia Paulo, didepak dari posisi direktur utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), yang merupakan perusahaan menaungi PSS Sleman, terwujud. Pemilik saham setuju ia dicopot, yang diumumkan pada Rabu (27/10) malam WIB.
Sejak beberapa pekan belakangan, tanda pagar #MarcoOut menggema di media sosial. Penyebabnya, karena pernyataan yang dilontarkan Marco saat suporter meminta pelatih Dejan Antonic dan pemain Arthur Irawan, dipecat.
Ketika itu, Marco menyebut bisa memecat Dejan, namun PSS bakal dipindahkan. Ucapan tersebut langsung memicu reaksi keras terhadap suporter yang meminta ia juga didepak.
Sadar pernyataannya salah, Marco langsung meminta maaf. Akan tetapi, suporter sudah terlanjur terluka sehingga tetap menginginkan eks CEO Badak Lampung FC tersebut pergi.
Kini posisi yang ditinggalkan Marco, dihuni Andywardhana Putra. Sebelumnya, ia memegang jabatan sebagai direktur keuangan di PT PSS sejak tahun lalu.
“Untuk Bapak Marco Gracia Paulo, saya ucapkan banyak terima kasih atas sumbangsih dan kontribusinya untuk PSS selama ini,” kata Andywardhana, dikutip laman resmi klub.
“Mari kita sikapi dinamika ini dengan bijaksana dan dewasa karena ini bukan masalah menang atau kalah. Ini semua demi kemajuan PSS,”Andywardhana menambahkan.
Saat ini PSS, sedang terseok-seok di Liga 1 2021/22. Super Elang Jawa, menelan enam kekalahan, satu imbang, dan dua menang, dari sembilan pertandingan yang dimainkan.
Alhasil, untuk sementara PSS harus puas menempati peringkat 15 klasemen. Kesebelasan yang identik dengan warna hijau tersebut mengoleksi delapan poin.
Berikut susunan direksi dan komisaris baru PT PSS:
DIREKSI
Direktur Utama: Andywardhana Putra
Direktur: Yoni Arseto
Direktur: Hempri Suyatna
KOMISARIS
Komisaris Utama: Agoes Projosasmito
Komisaris: William Tjugiarto
