Masuknya sejumlah pesohor dunia hiburan, diyakini membawa perubahan di persepakbolaan Tanah Air. Gagasan mereka dalam menggabungkan sepakbola dan hiburan, menjadi warna yang baru.
Raffi Ahmad, jadi satu di antara figur publik yang sudah terjun di sepakbola. Ia bersama Rudy Salim, membeli klub Liga 2 Cilegon United dan mengubahnya menjadi Rans Cilegon FC.
Alasan Raffi, membeli klub tersebut karena sangat suka dengan sepakbola. Ia percaya dunia si kulit bundar mempunyai masa depan yang cerah asal dikelola secara benar.
“Intinya coba kita gabungkan, kolaborasikan sport, entertainment, dan digital. Dengan cara itu pasti sepakbola kita akan jauh lebih maju lagi, saatnya konvensional bekerjasama dengan dunia digital,” kata Raffi, ketika berbicara dalam kegiatan sosialisasi Inpres No. 3 Tahun 2019 yang digelar Kemenpora di Yogyakarta, Sabtu (12/6).
Raffi memberi contoh, beberapa pekan lalu, Rans Cilegon FC melaksanakan uji coba melawan Arema FC yang disiarkan secara digital. Namun, penonton yang ingin menyaksikan laga itu secara daring diharuskan membayar tiket sebesar Rp20 ribu.
Hasilnya sebanyak 40 ribu orang membeli tiket tersebut, sehingga keuntungan yang didapat mencapai Rp800 juta. Hal ini menurutnya menjadi bukti kekuatan dunia digital yang bisa dimasukkan ke sepakbola.
“Contohnya Liga 3 atau pelajar, bayangkan semua pelajar itu, anak muda disuruh gaungkan di media sosial semua. Asprov [PSSI] contoh di Yogyakarta, artis dari Yogyakarta minta untuk dukung dan unggah pasti mau,” ujarnya.
KemenporaSementara itu wakil ketua PSSI, Iwan Budianto menyambut baik bergabungnya para pesohor dunia hiburan tersebut di sepakbola Indonesia. Pengguna media sosial Indonesia saat ini sudah masuk lima besar dunia. Sehingga sangat potensial jika industri sepakbola di Indonesia masuk ke ranah tersebut dan sudah saatnya para pegiat sepakbola yang berpikiran konvensional untuk mengikuti cara digital tersebut.
“Paling gampang pelajar tingkat SMP itu pasti anaknya pegang hp, ibunya pegang hp, bapaknya, kawannya, gurunya, kepala sekolahnya, semua bisa angkat follower SMP itu,” ucap Iwan.
Sebelumnya dalam pembukaan kegiatan sosialisasi Inpres No. 3 Tahun 2019, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bergabungnya sejumlah pesohor ini juga menjadi bukti bahwa sepakbola Indonesia sudah mulai mendapatkan kepercayaan publik. Tugas dari pemerintah dan federasi kemudian untuk menjaga kepercayaan ini.
“Apa yang harus dijaga, misalnya sekarang orang senang nonton bola kita, karena mereka lihat dan percaya sepakbola kita menuju ke arah yang benar,” tutur Amali.
