Ole Gunnar Solskjaer Manchester United 2020/21Getty Images

Kecam Liga Super Eropa, Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer Senang Klub-Klub Akui Kesalahan

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengatakan dirinya tidak suka dengan konsep Liga Super Eropa karena akan merugikan prestasi olahraga.

The Red Devils mengumumkan pengunduran diri mereka dari Liga Super Eropa hanya 48 jam setelah terungkap bahwa mereka merupakan salah satu dari 12 klub pendiri kompetisi yang disebut-sebut sebagai pesaing Liga Champions.

Rencana pembentukan Liga Super Eropa adalah konsep yang diusung pemilik-pemilik 12 klub pendiri, namun para pemain dan manajer tidak diajak berkonsultasi sebelum proposal itu disampaikan kepada dunia pada Minggu (18/4).

Rencana itu "kocar-kacir" karena United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, Tottenham, Inter Milan, dan Atletico Madrid memutuskan untuk menarik diri dari keikutsertaan dari Liga Super Eropa setelah mendapat protes dari fans masing-masing.

Pada awalnya, Solskjaer enggan berkomentar tentang Liga Super Eropa, namun ia kini akhirnya angkat bicara dengan memberikan kecaman.

"Pertama-tama, saya sangat senang bahwa para fans telah menyuarakan pendapat mereka dan kami telah mendengarkan mereka. Dengan cara yang aneh, hal itu menyatukan komunitas sepakbola dan pramida bersama-sama, dan saya pikir itu sangat penting dan saya sangat bahagia," ujar Solskjaer kepada wartawan.

"Saya sendiri adalah seorang suporter dan akan ada hari di mana saya kembali dan menonton Man Utd, dan saya ingin menonton Man Utd dengan takut gagal."

"Ketika saya memikirkannya, saya tokh tidak menyukai konsepnya. Itu harus berdasarkan prestasi olahraga yang saya ingin mendapatkan hak bermain di Eropa."

"Kami tahu kami telah menjadi pelopor dan kami telah berada di Eropa selama betahun-tahun bersama Busby Babes, jadi itu adalah salah satunya dan kami ingin menjadi bagian dari musim Eropa yang sukses lagi. Salah satu pertandingan terbaik dan malam terbaik saya adalah sesuatu yang sudah saya lakukan dengan kerja keras, tapi kemudian mendapatkan rasa takut gagal itu."

"Bagi saya, saya sangat senang semua klub telah mengakui kesalahan mereka, bahwa ini adalah ide yang buruk dan juga hasilnya."

"Man utd adalah klub terbesar di dunia dan kami ingin menjadi bagian dari sepakbola Eropa, tapi kami melakukan itu seperti yang dilakukan para pemain saya pada musim lalu. Saya pikir mereka luar biasa. Ketika saya berbicara tentang ketakutan atau kegagalan, mereka tidak takut lolos ke Liga Champions karena kami tertinggal begitu banyak poin."

"Mereka menyatukan diri, datang bersama sebagai sebuah tim dan kami mencapai posisi ketiga yang merupakan pencapaian yang sangat bagus."

"Tahun ini, kami telah bekerja keras, berjuang untuk meraih trofi dan kami ada di posisi kedua serta saya mendukung tim saya untuk menjadi yang teratas di Eropa, tapi saya masih berpikir bahwa ketakutan akan kegagalan membantu kami untuk melakukan itu."

Iklan
0