Chelsea boleh saja menang atas Leeds United, dengan skor tipis 3-2, pada akhir pekan lalu. Namun, hasil positif tersebut tidak dibarengi dengan penampilan oke klub asal London Barat tersebut.
Buktinya, dua dari tiga gol kemenangan Chelsea, dicetak melalui eksekusi penalti, Jorginho. Meski tidak mengukir namanya di papan skor Antonio Rudiger, tetap menjadi aktor dalam laga kontra Leeds United.
Hadiah penalti yang diberikan wasit karena Antonio Rudiger, dua kali dilanggar di kotak terlarang. Jorginho, yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Tak sampai di situ saja, lini pertahanan Chelsea juga mendapat sorotan. Gawang The Blues, kebobolan delapan gol dalam tiga pertandingan terakhir yang dimainkan.
Keadaan tersebut sangat mengkhawatirkan, karena pada musim sebelumnya gawang Chelsea kebobolan delapan gol di 18 pertandingan. Pasukan Thomas Tuchel tersebut wajib berbenah agar tetap bisa bersaing merengkuh gelar pada akhir musim nanti.
Di laga versus Leeds United, tidak ada satu pun pemain Chelsea yang mampu melakukan operan 90 persen. Strategi yang diterapkan Marcelo Bielsa, untuk meredam kreativitas Mason Mount dan kawan-kawan terbukti tepat.
Selain itu, para pemain Chelsea harus lebih hati-hati, dalam melakukan pelanggaran di area terlarang. Statistik mencatat gawang The Blues, empat kali kemasukan lewat penalti, yang merupakan 36 persen dari jumlah gol pada Liga Primer Inggris musim ini.
Memang Chelsea, tidak bisa memainkan N'Golo Kante, Mateo Kovacic, Ben Chilwell dan Trevoh Chalobah, di laga kontra Leeds United. Akan tetapi, The Peacock juga kehilangan sejumlah pemain andalannya seperti Kalvin Phillips, Patrick Bamford, Rodrigo serta Liam Cooper.
Tentu saja, bila Kante bermain lini pertahanan bisa lebih kuat. Lalu Kovacic, seperti Jorginho, yang merupakan satu dari tiga gelandang yang selalu tampil konsisten.
Jorginho, tampil di pertandingan lawan Leeds United dalam kondisi cedera. Tuchel, tetap memainkannya karena tidak percaya dengan penampilan Saul Niguez.
"Punggung saya tidak dalam kondisi terbaik, tetapi Anda perlu mendorong diri Anda lebih banyak untuk membantu tim," kata Jorginho kepada BBC Sport setelah pertandingan.
"Itulah yang harus saya lakukan. Sulit, tetapi saya mendorong untuk membantu tim saya," pemain andalan timnas Italia tersebut menambahkan.
Chelsea, sedang berjuang keras untuk mempertahankan Rudiger, Andreas Christensen, Cesar Azpilicueta dan Thiago Silva. Kontrak keempat pemain tersebut selesai pada akhir musim ini.
Penampilan Rudiger saat melawan Leeds United bukanlah yang terbaik meski dua kali membuat Chelsea, mendapat penalti. Ia bisa bermain lebih mantap lagi dibandingkan dengan performa yang ditunjukkan di laga itu.
Sejumlah klub besar seperti Real Madrid, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain, tertarik menggunakan jasa Rudiger. Los Blancos, dikabarkan menjadi kesebelasan terdepan untuk menggaetnya dengan status bebas transfer.
Kabarnya, Rudiger mau bertahan. Namun, ia menginginkan menerima gaji yang jumlah sama dengan rekan senegaranya Timo Werner dan Kai Havertz, yang merupakan peringkat lima besar gaji tertinggi di Chelsea.
Sementara Christensen, yang mengalami penurunan performa pada musim masih berusaha dipertahankan. Chelsea, ogah melepasnya ke klub lain dengan status bebas transfer.
Sedangkan Azpilicueta, dikaitkan dengan kepindahannya ke Atletico Madrid atau Barcelona. Kedua klub asal Spanyol tersebut tertarik menggunakan jasanya pada musim depan.
Terlepas dari itu semua, Chelsea patut berbangga hati karena Mason Mount, tampil lebih moncer pada musim ini. Ia sudah mencetak enam gol dan menyumbang empat assist.
Hanya saja, Chelsea harus mengeluarkan performa yang lebih baik lagi. Manchester City dan Liverpool, yang merupakan pesaing juara Liga Primer Inggris, sangat tampil konsisten.
“Kami tidak memiliki momen di mana segalanya berjalan untuk kami. Kami tidak memiliki hal-hal besar untuk disesuaikan dan tidak kebobolan akan datang ketika kami fokus pada diri sendiri dan bukan hanya hasil," tutur Tuchel.


