FIFA telah menjatuhkan hukuman sementara terhadap presiden Federasi Sepakbola Afghanistan (AFF) atas tuduhan kasus pelecehan seksual dan kekerasan pada sejumlah pemain wanita.
Dalam pernyataan resmi, komite etik independen FIFA mentarakan bahwa presiden AFF, Keramuudin Karim telah menerima sanksi selama 90 hari dan berpotensi ada penambahan seiring dengan perkembangan kasus.
Karim sepenuhnya dilarang beraktivitas selama masa hukuman tersebut, baik dalam kancah nasional mau pun internasional.
Sanksi FIFA tersebut turun setelah presiden Afghanistan, Ashraf Ghani meminta adanya proses investigasi menyusul laporan The Guardional pada bulan lalu soal dugaan penganiayaan yang dialami sejumlah pemain wanita oleh staf federasi.
Mencuatnya kasus itu tak lepas dari kutipan komentar mantan kapten tim wanita, Khalida Popal yang terpaksa meninggalkan negaranya setelah menerima ancaman pembunuhan karena menyuarakan tentang diskriminasi yang dialami kaum wanita di Afghanistan.
AFF dengan tegas menolak tudingan tersebut dan menyatakan pihak mereka akan sepenuhnya bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.
Afghanistan sebenarnya tengah bekerja keras mempromosikan sepakbola wanita. Empat tahun lalu, mereka menyelenggarakan liga wanita pertama, namun pada 2017 harus dihentikan karena masalah pendanaan.

