Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Firman Utina memberikan komentar terkait kasus yang menimpa mantan anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Hidayat. Menurutnya, hal ini jadi kesempatan untuk para mantan pemain mengisi jabatan di induk sepakbola nasional tersebut.
Hidayat disebut manajer Madura FC Januar Herwanto, meminta timnya agar kalah dari PSS Sleman. Pernyataan itu disampaikan Januar ketika talk-show di salah stasiun televisi.
Akibatnya Hidayat memutuskan mengundurkan diri dari jabatan di Exco PSSI. Ia pun langsung mendapatkan panggilan komite disiplin (Komdis) PSSI untuk meminta keterangan.
Bahkan, Komdis PSSI menjatuhan hukuman untuk Hidayat. Ia dilarang beraktifitas di dunia sepakbola Indonesia selama tiga tahun, dengan larangan dua tahun masuk stadion serta denda RP150 juta.
"Ini kesempatan untuk teman-teman dan mantan pemain yang ada. Saatnya mereka ambil kesempatan itu berada di sana, agar kami yang ada di lapangan bisa nyambung ketika menyampaikan sesuatu hal," kata Firman.
"Jangan semuanya terjun ke dunia pelatihan semua, tapi juga ada juga yang masuk ke sana [PSSI]. Biar nyambung dan bisa menjembatani yang kami butuhkan di lapangan."
"Mungkin aturannya [hukuman untuk Hidayat] seperti itu sehingga ya mesti diikuti. Semoga ke depannya tidak ada lagi kejadian yang sama terulang kembali," tambahnya.
Goal Indonesia