Keberhasilan Real Madrid menjuarai Liga Champions (UCL) membuat Karim Benzema dan Carlo Ancelotti meraih penghargaan individu dari UEFA. Benzema terpilih menjadi pemain terbaik Eropa 2021/22, sedangkan Ancelotti merebut kategori pelatih terbaik.
Penghargaan terbaik lainnya juga diberikan untuk kelompok wanita. Striker Barcelona Barcelona terpilih sebagai pemain terbaik. Sementara juru taktik Inggris asal Belanda, Sarina Wiegman, menjadi pelatih terbaik.
Benzema merebut gelar terbaik setelah mengumpulkan 523 poin. Angka itu jauh mengungguli para pesaingnya, yakni penggawa Manchester City Kevin De Bruyne yang mendulang 122 poin, Thibaut Courtois (Real Madrid/118 poin), Robert Lewandowski (Bayern Munich kini di Barcelona/54 poin), dan Luka Modric (Real Madrid/52 poin).
“Saya merasa senang. Ini pertama kalinya saya memenangi penghargaan ini. Tapi hal paling penting adalah memenangi banyak trofi bersama tim saya,” ujar Benzema dilansir laman resmi klub.
“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan satu tim, pelatih, dan presiden klub. Dukungan luar biasa dari fans membantu kami untuk kembali. Bagi saya, hari terbaik di Liga Champions adalah leg kedua melawan PSG. Fans benar-benar mengangkat kami untuk membantu kami berjuang.”
“Ancelotti adalah pelatih terbaik di dunia. Dia membantu saya meningkatkan kepercayaan diri, dan dia seorang profesional. Saya senang dia menjadi pelatih saya.”
Sementara Ancelotti mengumpulkan 526 poin untuk merebut gelar pelatih terbaik. Ancelotti mengungguli manajer Liverpool Jurgen Klopp yang mengoleksi 210 poin, Pep Guardiola (Manchester City/108 poin), Oliver Glasner (Eintracht Frankfurt/75 poin), Unai Emery (Villarreal/74 poin), dan José Mourinho (AS Roma/51 poin).
“Terima kasih kepada Arrigo Sacchi yang merupakan guru hebat buat saya. Saya ingin berterima kasih kepada para pemain, klub, dan staf pelatih, serta presiden klub dan keluarga saya. Saya juga ingin berterima kasih kepada para penggemar untuk malam-malam yang menakjubkan,” tutur Ancelotti.
“Tidak ada formula ajaib untuk menang. Tapi saya sangat bersemangat tentang permainan. Itu juga bergantung kepada kualitas pemain yang Anda latih. Itu adalah musim yang sangat spesial, karena kami memiliki skuad yang sangat bagus, perpaduan antara pemain veteran dan muda.”
“Ada hubungan yang fantastis di ruang ganti, dan chemistry yang baik dalam tim, dan dengan para suporter.”


