Yann Karamoh mengaku telah menjadi sasaran pelecehan rasisme di media sosial selepas Parma meraih hasil imbang 2-2 lawan Inter Milan.
Dalam laga Serie A pada akhir pekan kemarin, Karamoh mencetak satu gol yang membantu Parma mencuri satu poin dari kunjungan ke Giuseppe Meazza.
Pelecehan rasisme diterima penggawa tim nasional Prancis U-21 tersebut setelah mengunggah video cuplikan golnya ke gawang Inter di Instagram.
Satu yang paling menyita perhatian adalah balasan dari seorang fan yang mengirimkan pesan dengan muatan emoji wajah "monyet dan pisang".
"Saya ingin membagikan pesan yang tidak bisa diterima ini kepada kalian," tulis Karamoh melalui laman Instagram.
"Sepakbola adalah impian bagi kami para pemain dan kalian sebagai fans, sebuah gairah yang diturunkan dari generasi ke generasi."
"Tidak peduli seberapa besar rasa frustrasi kalian, pesan-pesan semacam ini tidak seharusnya ada."
Karamoh memperkuat Parma dengan status pinjaman dari Inter untuk musim 2019/20.




