Hariss Harun Singapore U23 SEA Games 12212013Getty Images

Kapten Singapura Sebut Indonesia, Malaysia & Vietnam Tim 'Superb'

Dua kemenangan yang diperoleh Singapura pada pertandingan Grup A Piala AFF 2020 membuat kapten tim The Lions Hariss Harun kini mulai menatap laga semi-final turnamen sepakbola dua tahunan se-Asia Tenggara ini.

Singapura kini berada di puncak klasemen sementara setelah mengumpulkan nilai enam hasil kemenangan atas Myanmar dan Filipina, dua tim yang juga menjadi favorit di Grup A. Singapura menyisakan dua laga melawan Timor Leste dan Thailand.

Hariss mengatakan, Singapura sudah berada di jalur yang tepat menuju tangga juara. Menurut Hariss, kekuatan Singapura yang sesungguhnya belum keluar di di dua pertandingan pertama.

“Tentu saja kami berada di jalur yang bagus, dan ada rasa optimisme di dalam tim. Kami telah mendapatkan hasil dan poin yang kami butuhkan di dua pertandingan pertama. Tapi paling penting, setiap pemain saling menaruh kepercayaan,” tutur Hariss dikutip laman The Straits Times.

“Kami masih bisa berkembang. Performa terbaik kami belum terlihat, dan di saat bersamaan, kami menyadari masih banyak rintangan yang harus kami lalui.”

“Thailand merupakan tim yang hebat, dan kami belum bertanding melawan mereka. Sedangkan di grup lain, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam adalah tim luar biasa. Kami harus tetap fokus.”

Sosok Hariss menjadi sentral permainan Singapura. Bahkan, keberadaan pemain berusia 31 tahun itu di atas lapangan dapat memberikan pengaruh terhadap hasil akhir. Jika Hariss tampil, prosentase kemenangan mencapai 50 persen. Sebaliknya, prosentase itu mengalami penurunan bila Hariss absen, yakni 12,5 persen.

Sebelum Piala AFF digulirkan, Hariss sempat tidak mendapatkan menit bermain yang cukup. Bukan itu saja. Ia juga harus menjalani karantina selama sepuluh hari, karena dinyatakan positif terpapar COVID-19.

“Banyak pemimpin di dalam tim, tapi Hariss tetap Hariss. Sangat penting dia kembali ke ddalam tim. Dia bisa membawa energi dan semangat juang di atas lapangan. Dia tidak punya banyak waktu bermain dalam dua bulan terakhir, tapi dia mengatasinya dengan kekuatan mental,” sanjung pelatih Tatsuma Yoshida.

“Dia adalah pemimpin natural, dan selalu menjadi teladan dengan perilakunya. Dia selalu memberi pendapatnya tentang tim kepada saya. Tim sangat menghormatinya.”

Iklan
0