Kapten Singapura Hariss Harun menilai timnas Indonesia memiliki banyak pelari cepat yang perlu mendapat perhatian penuh kala kedua tim saling bentrok di leg pertama semi-final Piala AFF 2020 di Stadion National, Rabu (22/12) malam WIB.
Dibandingkan skuad Singapura, Indonesia memiliki pemain dengan rata-rata usia 23 tahun. Kehadiran mereka membuat absennya sejumlah langganan timnas senior, seperti Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, dan Marc Klok tidak memberikan pengaruh besar.
Sebab, Indonesia kini diperkuat pemain muda yang justru mendapatkan tambahan ilmu setelah mereka berkarir di Eropa, seperti Witan Sulaeman, Elkan Baggott, dan Egy Maulana Vikri. Nama terakhir tidak akan tampil pada leg pertama, karena baru tiba di Singapura hari ini.
Hariss mengungkapkan, kecepatan para pemain ini turut membantu Indonesia menjadi tim paling produktif di Piala AFF dengan torehan 13 gol. Pria berusia 31 tahun tersebut meyakini pelatih Tatsuma Yoshida sudah menyiapkan antisipasi terhadap sejumlah sprinter Indonesia.
“Mereka banyak berlari di tiap pertandingan, dan cara bermainnya langsung ke depan [dengan cepat]. Para pemain muda mereka sangat ingin membuktikan diri. Mereka bisa seperti sekarang, karena kualitas mereka di dalam tim,” tutur Hariss dikutip laman resmi federasi sepakbola Singapura (FAS).
“Ini akan menjadi tantangan besar. Tapi kami juga punya cara bermain tersendiri, dan saya yakin pelatih Tatsuma telah menyiapkan taktik untuk mengatasi [cara bermain] mereka.”
Hariss pun mengungkapkan, ia saat ini masih berusaha menaikkan level kebugarannya setelah menjelang turnamen harus menjalani karantina selama dua pekan. Hariss optimistis bisa mengimbangi kecepatan pemain Indonesia.
“Jelas terlihat saya masih berusaha mengembalikkannya [ke kebugaran maksimal]. Tapi saya tidak ingin mencari alasan apa pun, karena saya tahu peran saya di dalam tim. Saya akan terus memberikan yang terbaik, dan melakukan semaksimal mungkin untuk tim,” papar Hariss.
Hariss menambahkan, kehadiran publik Singapura yang akan menyaksikan langsung di stadion dapat memberikan motivasi tersendiri bagi para pemain untuk mengulang prestasi 2012 ketika mereka sukses mengangkat trofi Piala AFF. Hariss menegaskan, penggawa Singapura sudah bertekad tidak ingin mengecewakan suporter mereka.
“Sangat menyenangkan melihat suporter kembali memberikan dukungan [di stadion], dan tiket sudah terjual habis dalam waktu yang cepat. Saya berharap kami bisa membuat mereka merasa senang,” imbuh Hariss.
“Bisa menyampai tahap ini (semi-final), saya kira kami tidak perlu banyak bicara. Setiap orang pasti tahu tanggung jawabnya. Kami harus tampil maksimal, dan bermain untuk membawa nama negara.”
