Kapten Kedah Darul Aman (KDA) Baddrol Bakhtiar berharap Piala AFC 2021 zona ASEAN tidak dibatalkan setelah konfederasi sepakbola Asia (AFC) mengalami kesulitan menentukan tuan rumah pertandingan yang digelar secara terpusat.
Jadwal di zona ASEAN yang awalnya direncanakan bergulir 29 Juni hingga 5 Juli menjadi tanda tanya setelah Singapura mundur sebagai tuan rumah Grup H dan I akibat kebijakan pemerintah yang menerapkan aturan ketat terkait pandemi virus Corona.
Sedangkan tuan rumah Grup G sejak awal memang belum ditentukan AFC. Grup ini berisikan wakil Indonesia Bali United, Boeung Ket (Kamboja), Hanoi FC (Vietnam), serta pemenang babak pendahuluan antara FC Chanthabouly (Laos) dan Kasuka FC (Brunei Darussalam).
AFC kemungkinan memundurkan pertandingan di tiga grup zona ASEAN bila hingga pertengahan Juni tidak ada tim yang sanggup menjadi tuan rumah Piala AFC. Dengan demikian, jadwal zona ASEAN kemungkinan ditunda selama satu bulan. Tentunya itu akan berbenturan dengan jadwal kompetisi domestik.
Baddrol masih terbayang dengan kebijakan AFC yang membatalkan kompetisi kasta kedua antarklub Asia ini pada tahun lalu. Saat itu, AFC memutuskan membatalkan Piala AFC setelah sejumlah negara tidak sanggup menggelar pertandingan.
“Walau Singapura tidak menjadi tuan rumah, kami berharap ada rencana darurat yang telah disiapkan. Kami ingin Piala AFC tetap dijalankan, karena motivasi pemain sedang tinggi,” ujar Baddrol dikutip laman New Straits Times.
Sports Regime“Kami sudah bekerja keras untuk ini (Piala AFC), dan berharap tidak dibatalkan sepenuhnya. Tidak masalah jika Vietnam yang ditunjuk menjadi tuan rumah, karena paling penting kami bisa bermain.”
Sementara itu, manajemen KDA mengaku sulit bagi mereka untuk menjadi tuan rumah Grup H yang berisikan Persipura Jayapura, Lion City Sailors (Singapura), dan Saigon FC (Vietnam).
Wakil manajer KDA, Kamal Idris Ali, mengutarakan, Malaysia tidak mungkin menjadi tuan rumah, karena pemerintah menerapkan karantina selama 14 hari bagi warga negara asing (WNA) yang berkunjung ke Negeri Jiran. Sedangkan AFC menerapkan kebijakan hanya karantina tiga hari bagi negara yang ingin menjadi tuan rumah.
Menurut Kamal, kemungkinan penundaan jadwal membuat mereka berada dalam posisi sulit. Sebab operator Malaysia Super League (MSL), Malaysia Football League (MFL), telah memberikan libur selama dua bulan hingga awal Juli demi Harimau Malaya dan kompetisi antarklub Asia, sehingga sulit mencari waktu lowong.
“Situasi kami dan Terengganu sama. Kami membutuhkan waktu yang tepat untuk istirahat, karena kami memiliki lebih banyak pertandingan daripada tim lain [di Liga Super]. Jadi, kami membutuhkan sedikit kelonggaran dari MFL,” ucap Kamal kepada Astro Arena.
