Kapten Persik Kediri Andri Ibo menyesali kesalahannya yang membuat tim Macan Putih harus menelan kekalahan 2-1 dari Persebaya Surabaya pada pertandingan Grup C turnamen pramusim Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (23/3) malam WIB.
Persik yang memiliki keunggulan jumlah pemain sebetulnya mampu memimpin terlebih dulu melalui eksekusi penalti Andri Ibo pada menit ke-63. Namun keunggulan ini tidak bertahan lama, karena Persebaya sukses menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti Samsul Arif selang empat menit kemudian.
Hadiah penalti diberikan wasit, karena menilai Andri Ibo melakukan pelanggaran terhadap pemain pengganti Ricky Kambuaya. Kondisi ini membalikkan keadaan, karena Persebaya akhirnya unggul sekaligus memetik kemenangan lewat penalti kedua Samsul di menit ke-71.
Andri Ibo mengungkapkan penyesalannya telah melakukan pelanggaran yang berbuntut mengubah keadaan. Namun pemain berusia 30 tahun itu tidak ingin terlalu lama meratapi kesalahannya, karena Persik harus bangkit di laga kedua melawan PSS Sleman pada 1 April.
“Ada beberapa kesalahan, termasuk kesalahan saya, di mana terjadi pelanggaran yang mengakibatkan penalti. Saya akan belajar untuk memperbaiki ke depannya. Mudah-mudahan kami bisa lebih baik. Kekalahan ini sebagai pembelajaran untuk kami memperbaiki [diri] di pertandingan selanjutnya,” tutur Andri Ibo.




Abi YazidSementara itu, pelatih Joko Susilo menyoroti mental pemain yang dinilai masih belum sesuai harapan. Menurut Joko, sejak awal ia menjadikan Piala Menpora sebagai kesempatan untuk melihat taktik dan mental pemainnya.
“Sebetulnya sesuai dengan rencana kami. Meski unggul jumlah pemain, kami tetap konsisten menjalankan taktik yang sudah direncanakan. Sejak awal fokus kami memang di taktikal dan mental. Tapi sedikit kesalahan membuat kami yang seharusnya unggul malah jadi kalah,” beber Gethuk, sapaan Joko.
“Tidak ada masalah, karena ini dalam proses untuk membangun tim. Ini menjadi pelajaran berharga buat tim kami. Kami akan perbaiki lagi di pertandingan selanjutnya.”
“Kembali lagi ke mental. Saya sudah bilang, saya ingin memperbaiki mental di sini: mental juara, mental menang, mental tidak mau kalah, dan juga mental menahan emosi.”
Gethuk akan memanfaatkan jeda pertandingan yang cukup lama untuk memperbaiki performa tim besutannya. Menurut Joko, perbaikan mental dan efektivitas permainan menjadi perhatian utama.
“Kami harus lebih efeketif. Sebetulnya di awal sudah mulai berjalan, tapi karena kondisi tim kami belum sampai di 70 persen, jadi wajar kalau terkadang memaksakan diri,” imbuh Gethuk.
“Tidak ada lagi [evaluasi lain], harus mental itu. Mereka bisa mengendalikan semuanya di tengah situasi capek. Kalau dari segi taktik, tentu kami akan evaluasi.”
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!
