Waktu libur yang diberikan tak membuat kapten Persela Lamongan Eky Taufik untuk bersantai. Pesepakbola berusia 29 tahun tersebut tetap menjaga kondisinya dengan berlatih.
Sejak beberapa hari yang lalu skuad Persela diminta berlatih mandiri di kediaman masing-masing. Keputusan tersebut diambil setelah lanjutan Liga 1 musim ini ditunda.
Penundaan tersebut karena Kepolisian Republik Indonesia tidak memberi izin keramaian. Masih tinggi kasus virus corona di Tanah Air yang membuat izin tersebut tak keluar.
Saat ini PSSI berupaya agar lanjutan Liga 1 musim ini bisa dilangsungkan pada bulan. Akan tetapi, semua itu tergantung dengan kondisi kasus virus corona di Indonesia.
"Ada tugas dari pelatih laporannya dikirim bentuk video. Ya, sebenarnya itu tidak jadi patokan. Tetap nanti di sela-sela program itu tetap menambah latihan sendiri," kata Eky dikutip laman Liga Indonesia.
Selain itu, Eky menyebut materi yang diberikan sangat membantunya dalam berlatih. Oleh karena itu, ia percaya ketika berkumpul tidak mengalami penurunan kondisi yang drastis.
"Sisi positifnya, ya memang jadi kami harus benar-benar melakukan program itu. Lebih tertata latihannya," ucapnya.
Abi Yazid / GoalTidak masalah dengan situasi yang kini dialami. Eky memahami tugasnya menjaga tubuh dengan baik karena hal tersebut yang dibutuhkan selama berkarier di dunia sepakbola.
"Ya tidak, Kita kan masih terikat kontrak juga. Jadi ya itu kewajiban kita sebagai seorang pemain profesional," ujarnya.
Dalam lanjutan Liga 1 musim ini Persela tak bisa lagi menggunakan jasa Rafael Gomes de Olivera. Sosok yang karib disapa Rafinha tersebut hengkang karena tidak sepakat dengan kontrak baru yang ditawarkan klub asal Jawa Timur itu.
Saat Liga 1 dilanjutkan semua pertandingan dilangsungkan di Pulau Jawa dengan tanpa penonton. Protokol kesehatan ketat juga dilakukan untuk mencegah ada yang terpapar virus corona.
Klub yang bukan dari Pulau Jawa bakal ditempatkan di Yogyakarta dan sekitarnya. Ada dua lokasi yang sudah ditunjuk PT LIB sebagai kandang yaitu Stadion Sultan Agung, Bantul serta Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Sebelum Liga 1 dihentikan pada pertengahan Maret lalu, Persela sudah memainkan tiga laga. Hasilnya, pasukan Nilmaizar tersebut menelan kekalahan dari Persib Bandung, PSIS Semarang, dan Borneo FC.
