Kapten Curacao Cuco Martina merasa bangga bisa menempatkan negaranya di peta sepakbola dunia selepas ia menjebol gawang Arsenal kala memperkuat Southampton pada musim 2015/16.
Dalam pertandingan yang berlangsung pada 26 Desember 2015 itu, Martina melepaskan tendangan roket dari jarak sekitar 20 meter di menit ke-19, sehingga menjebol gawang Arsenal yang dikawal Petr Cech. Itu menjadi gol pembuka Southampton yang selanjutnya melumat Arsenal dengan skor 4-0.
Hingga saat ini Martina masih mengenang gol tersebut. Setidaknya, keberhasilan menjebol gawang Arsenal dengan gol spektakuler membuat nama Curacao dikenal di peta persepakbolaan dunia. Selain Southampton, Martina pernah memperkuat Everton dan Stoke City dalam karirnya di Inggris.
“Saya rasa saya bukan yang pertama, karena sebelumnya ada banyak pemain yang pernah merumput di Liga Primer,” ujar pemain berusia 32 tahun itu kepada jurnalis Goal Indonesia Alvino Hanafi.
“Tapi memang mencetak gol luar biasa seperti itu, saya bisa menunjukkan negara saya di peta [dunia] kalau pemain tim nasional kami bisa mencetak gol di Liga Primer.”
Martina menambahkan, penggawa Curacao sudah siap menghadapi skuad Garuda dalam dua pertandingan uji coba, meski beberapa pemain masih merasa kelelahan, serta beradaptasi dengan cuaca di Indonesia.
“Latihan kami hari ini (Jumat) berjalan dengan baik, dan kami sudah siap menghadapi Indonesia. Kami sudah melihat kondisi lapangan, dan merasakan cuacanya. Menurut saya, meski ada tiga hingga empat pemain masih mengalami kelelahan dan jet leg, kami tetap siap,” tutur Martina.
Kendati baru pertama kali menghadapi Indonesia, Martina sedikit banyak sudah mengetahui kekuatan calon lawan. Ia juga mengetahui sosok Marc Klok sebagai pemain naturalisasi.
“[Saya] Tahu Klok, dia orang Belanda. Saya punya banyak teman di Belanda, dan mereka beritahu soal Indonesia,” ucap Martina.
Sementara itu, Curacao dipastikan kehilangan satu pemain setelah Darryl Lachman batal memperkuat tim. Lachman memilih berlatih bersama klub Liga Utama Australia (A-League) Perth Glory yang baru saja memperpanjang kontraknya.
“Darryl Lachman tidak akan lagi bergabung dengan tim nasional di Indonesia untuk pertandingan persahabatan. Dia telah memutuskan untuk tinggal di Australia karena alasan pribadi,” demikian cuitan akun Twitter Curaçao Football News.
