OLEHAGUNG HARSYAIkuti @agungharsya di twitter
Piala Dunia U-20 kembali dipentaskan tahun ini. Turnamen ini dapat disebut menjadi Piala Dunia Junior karena tidak ada lagi level kelompok usia di atasnya yang memisahkan dengan Piala Dunia FIFA yang diikuti timnas senior dari berbagai penjuru dunia. Berbeda dengan Piala Dunia FIFA yang digelar empat tahun sekali, turnamen ini diselenggarakan dua tahunan.
Turnamen mulai diberi nama resmi Piala Dunia U-20 sejak 2007. Sebelumnya, turnamen lebih dikenal dengan nama Kejuaraan FIFA Usia Muda. Indonesia pernah mengikutinya, yaitu pada 1979 di Jepang. Negara Asia Tenggara lain yang pernah menjadi peserta adalah Malaysia, sekaligus menjadi tuan rumah 1997, Myanmar (2015), dan Vietnam (2017).
Tahun ini, Korea Selatan menjadi tuan rumah. Pemilihan tuan rumah dilakukan dalam Kongres FIFA di Brasil, Desember 2013 lalu. Terdapat 12 negara yang berminat menjadi tuan rumah. Mereka mengonfirmasi pendaftaran pada Mei 2013, tetapi kemudian Inggris dan Afrika Selatan mundur. Selain Korea Selatan, negara yang berminat adalah Arab Saudi, Azerbaijan, Bahrain, Irlandia, Meksiko, Polandia, Prancis, Tunisia, dan Ukraina.
Ini kali pertama Korea Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Atau secara keseluruhan menjadi kesempatan ketiga Korea Selatan menyelenggarakan turnamen internasional FIFA setelah Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia U-17 2007. Guna menyukseskan turnamen kali ini, dua legenda Korea Selatan ditunjuk sebagai duta, yaitu Park Ji-sung dan Ahn Jung-hwan.
SIMAK JUGA: Vietnam Raih Tiket Piala Dunia Junior

JADWAL & PEMBAGIAN GRUP
Piala Dunia U-20 2017 digelar 20 Mei hingga 11 Juni 2017. Turnamen diikuti 24 peserta dari enam konfederasi anggota FIFA. Terdapat enam kota yang menjadi tempat penyelenggaraan turnamen, yaitu Cheonan, Daejeon, Incheon, Seogwipo, Jeonju, dan Suwon.
Sejak 1997, jumlah peserta turnamen mengalami peningkatan dari 16 menjadi 24 tim. Di luar tuan rumah, Asia mendapat empat slot yang diperebutkan melalui Kejuaraan Asia U-19. Iran, Jepang, Arab Saudi, dan Vietnam menjadi empat tim teratas yang muncul dari Kejuaraan Asia U-19 tahun lalu di Bahrain.
Afrika, Concacaf, dan Conmebol juga mengirimkan empat wakil. Oceania hanya mendapat dua jatah. Salah satunya, Vanuatu yang ditangani mantan pemain Bandung Raya dan Pelita Jaya, Dejan Gluscevic. Wakil terbanyak didapat Eropa yang memperoleh lima tempat di turnamen.
SIMAK JUGA: Jadwal Lengkap Piala Dunia U-20 2017
Juara bertahan Serbia tidak dapat mempertahankan gelar karena gagal lolos ke Kejuaraan Eropa U-19. Begitu juga dengan Brasil, yang hanya mampu menempati peringkat kelima putaran final Kejuaraan U-20 Conmebol.
Berikut pembagian grup Piala Dunia U-20 2017 selengkapnya:

PEMBUKAAN & FINAL
Empat pertandingan sekaligus digelar pada hari pertama turnamen, 20 Mei mendatang. Namun, seremoni yang menandai pembukaan turnamen secara resmi dilakukan pada laga Korea Selatan versus Guinea. Pertandingan digelar di Stadion Piala Dunia Jeonju.
Babak 16 besar digelar setelah fase grup. Selain juara dan runner-up, empat tim peringkat ketiga terbaik mendapat tempat di fase ini. Perempat-final akan dilakukan 4 dan 5 Juni, sedangkan dua laga semi-final pada 8 Juni.
Laga perebutan tempat ketiga dan final digelar pada hari dan tempat yang sama, yaitu 11 Juni di Stadion Piala Dunia Suwon.

CALON BINTANG
Para tim peserta telah mengirimkan daftar skuat final kepada FIFA saat tenggat waktu pendaftaran, 11 Mei lalu. Terdapat 21 nama di dalam daftar itu dan tiga di antaranya harus diisi oleh penjaga gawang.
Beberapa nama diprediksi akan menjadi bintang baru sepakbola dunia. Misalnya, dua pemain tuan rumah yang memperkuat tim junior Barcelona, Lee Seung-woo dan Paik Seung-ho. Atau tiga pemain Inggris yang pasti sudah dikenal penggemar Liga Primer, yaitu Sheyi Ojo, Ademola Lookman, dan Dominic Solanke.
Nama terkenal lain adalah gelandang muda Juventus, Rolando Mandragora, yang memperkuat Italia. Ada pula Jean-Kevin Augustin di skuat Prancis; atau putra legenda Jerman, Jonathan Klinsmann, yang masuk menjadi salah satu penjaga gawang Amerika Serikat; serta Takefusa Kubo, yang mencetak rekor debut termuda di J.League dalam usia 15 tahun!
SIMAK JUGA: Takefusa Kubo Lakoni Debut Pada Usia 15 Tahun



PARA ALUMNI
Begitu banyak legenda sepakbola yang pernah berkompetisi di ajang ini. Dari Argentina, selaku pemegang gelar juara terbanyak sebanyak enam kali, ada nama-nama Diego Maradona, Javier Saviola, Lionel Messi, dan Sergio Aguero.
Kemudian, ada pula Davor Suker, Zvonimir Boban, Robert Jarni, dan Predrag Mijatovic yang pernah memperkuat Yugoslavia (termasuk eks pelatih Persib Bandung, Dejan Antonic).
Generasi emas Portugal (dua kali juara) memiliki sederetan nama mentereng, yaitu Luis Figo, Rui Costa, Jorge Costa, Abel Xavier, dan Fernando Couto. Spanyol memiliki Michel Salgado, Fernando Morientes, Raul Gonzalez, hingga Cesar Azpilicueta, Gerard Pique, Juan Mata, dan Jordi Alba. Sementara, Marcelo, Alexandre Pato, David Luiz, dan Willian adalah sebagian wakil Brasil yang pernah berpartisipasi.
Pendeknya, Piala Dunia Junior kerap menjadi ajang yang tepat bagi para pemain muda untuk unjuk gigi serta ladang pemantauan bakat yang subur bagi klub-klub top.
SIMAK JUGA: Siasat PSSI Tembus Piala Dunia U-20 2019

JEJAK SEJARAH INDONESIA
Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang hadir di pentas Piala Dunia Junior, 38 tahun silam. Ketika itu turnamen dilangsungkan di Jepang. Bisa dibilang Indonesia lolos ke putaran final berkat nasib baik. Mereka tampil menggantikan Irak, yang sejatinya tampil sebagai finalis Kejuaraan Junior Asia.
Dalam tiga laga grup yang dimainkan di Stadion Omiya, Indonesia menelan tiga kekalahan beruntun tanpa mampu mencetak satu gol pun. Menghadapi Argentina yang diperkuat Maradona pada laga perdana di Grup B, Indonesia digilas lima gol tanpa balas. Pada laga kedua, tim yang dilatih Soetjipto Soentoro dipermak Polandia 6-0. Penampilan Merah-Putih tidak juga membaik pada laga pamungkas menghadapi Yugoslavia. Skor akhir 5-0 untuk tim lawan. Saat itu, Indonesia diperkuat antara lain oleh Bambang Nurdiansyah, Mundari Karya, Subangkit, Didik Darmadi, dan Endang Tirtana.
SIMAK JUGA: Kisah Indonesia Lolos Ke Piala Dunia U-20 1979
Hingga saat ini, Indonesia belum mampu mengulangi sejarah itu. Piala Dunia Junior kembali digelar 2019, FIFA belum menentukan negara tuan rumah. Sejauh ini, baru India yang menyatakan ketertarikan. Untuk merebut tiket itu, Indonesia harus menembus empat besar pada Kejuaraan Asia U-19 tahun depan. Namun, sebelum itu, Garuda Muda terlebih dahulu harus mampu melangkah dari babak kualifikasi yang digelar di Korea Selatan, Oktober mendatang. Bersama tuan rumah, Indonesia tergabung satu grup dengan Malaysia, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.
