Juventus mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah pemberitaan telah sengaja menyembunyikan kecanduan judi Nicolo Fagioli. Juventus menegaskan mereka justru yang melaporkan masalah ini ke federasi sepakbola Italia (FIGC).
Bantahan itu dikeluarkan Juventus, menyusul laporan dari kolumnis gosip Fabrizio Corona yang menyebutkan manajemen Bianconeri sudah mengetahui kecanduan judi Fagioli, namun memilih menyembunyikannya.
Coronya menyebutkan, bentuk penyembunyian itu adalah dengan menyatakan sang pemain sedang dibekap cedera, sehingga tak diajak mengikuti tur Amerika Serikat pada pramusim lalu. Corona juga menyatakan keputusan itu disebabkan Juventus memberikan kesempatan kepada Fagioli untuk mengikuti rehabilitasi atas kecanduan judi.
Laporan yang dibuat Corona itu sontak membuat manajemen Juventus angkat bicara. Mereka membantah semua pemberitaan terkait sengaja menyembunyikan keadaan Fagioli.
“Mengenai pemberitaan beberapa media, Juventus FC menyatakan segera setelah menerima berita tentang kemungkinan keterlibatan pemain Nicolo Fagioli dalam masalah taruhan, kami segera menghubungi badan hukum FIGC,” demikian pernyataan Juventus.
Juventus memastikan mereka mengambil semua langkah yang diperlukan setelah memastikan salah satu pemain telah memasang taruhan, yang dilarang untuk semua pesepakbola profesional.
Sebelumnya diwartakan, pengacara sang pemain mengatakan Fagioli telah melaporkan dirinya sendiri ke sistem peradilan olahraga setelah menyadari kecanduan judi, dan tetap tenang menghadapi situasi ini.
Kantor kejaksaan Turin saat ini sedang menyelidiki dugaan aktivitas Fagioli di platform perjudian daring tidak sah. jika terbukti bersalah atas tuduhan tersebut, Fagioli dapat menghadapi hukuman tiga tahun larangan bermain.
Fagioli telah menjadi bagian reguler dari tim Allegri musim ini setelah tampil dalam enam pertandingan Serie A dan mendapatkan satu caps untuk Italia.


