Pelatih timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong tidak mempermasalahkan selisih gol tim besutannya masih tertinggal dibandingkan tiga tim pesaing di Grup A SEA Games 2021.
Kemenangan 4-1 atas Timor Leste di Stadion Viet Tri, Selasa (10/5) malam WIB, membuat timnas U-23 mencetak empat gol, dan kebobolan empat kali, sehingga selisih gol menjadi nol.
Hal ini berbeda dibandingkan tiga tim lainnya yang berada di atas Indonesia di klasemen sementara. Myanmar mencatat selisih dua gol, sedangkan Filipina tiga gol. Sementara Vietnam juga menorehkan capaian serupa dengan Filipina.
Tae-yong mengaku tidak memikirkan catatan selisih gol tim besutannya. Menurut juru taktik asal Korea Selatan ini, timnas U-23 dapat lolos ke semi-final dengan menyapu bersih kemenangan atas Filipina dan Myanmar.
“Karena kami kalah lawan Vietnam, pastinya saya memperhatikan pertandingan-pertandingan di grup ini,” ujar Tae-yong.
“Sebenarnya tidak terlalu penting selisih gol jika kami menang lawan Filipina dan Myanmar. Tetapi jami akan bekerja maksimal buat melawan Filipina dan Myanmar sambil meningkatkan performa.”
Tae-yong merasa senang dengan kemenangan yang diraih timnas U-23. Hanya saja, ia tidak terlalu puas dengan skor akhir, karena menilai skuad Garuda Muda seharusnya bisa menciptakan lebih dari empat gol, mengingat banyaknya peluang yang mereka peroleh.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain. Kami memang menang dengan skor 4-1, tapi jujur tidak puas dengan jumlah gol,” kata mantan pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 ini.
Tae-yong mengaku kebugaran para pemain tidak bisa bertahan selama 90 menit. Hal itu disebabkan akhir kompetisi Liga 1 berjarak cukup jauh dengan pelaksanaan SEA Games, sehingga fisik pemain mengalami penurunan.
“Liga 1 selesai dua bulan lalu, dan pemain istirahat hampir dua bulan, jadi performa agak sedikit menurun. Jadi kami akan fokus ke kemenangan sekaligus meningkatkan performa pemain,” imbuh Tae-yong.
“Tapi kami sedang senang, karena permainan kami semakin baik. Kadi kami akan mempersiapkan pertandingan melawan Filipina dan Myanmar dengan baik.”