Kalidou Koulibaly tak akan "sedominan itu" di Chelsea dibandingkan dengan ketika dia di Napoli, itu menurut Rafael Benitez yang meragukan konsentrasinya dan kemampuan duel udaranya.
Chelsea jor-joran belanja bek sentral baru dalam usaha mereka membangun ulang skuad mereka, dengan membeli pemain 31 tahun itu seharga £34 juta dari Serie A.
Koulibaly sejak dulu dianggap sebagai salah satu pemain bertahan terbaik di sepakbola Italia, tetapi Benitez, yang pernah melatihnya di Napoli, kelemahan bintang Senegal tersebut bisa terekspos di Liga Primer Inggris.
Apa kata Benitez soal Koulibaly ke Chelsea?
Bekas manajer Chelsea itu berkata kepada The Athletic: "Terkadang dia harus meningkatkan konsentrasinya. Kadang dia bisa kehilangan fokus dan kepedean, tetapi dia sangat berpengaruh di Napoli dan orang-orang yang saya kenal dan percaya bilang bahwa selama ini dia adalah bek sentral terbaik di Italia."
"Musim ini dia akan bermain di Liga Primer Inggris dan dia bisa jadi baik-baik saja mengingat taktik Tuchel. Dia punya kemiripan dengan Rudiger - sangat bagus ketika berlari membawa bola, kuat di kedua kaki."
"Apakah dia terlalu baik hati? Lihat saja nanti apa yang terjadi di Chelsea. Seperti yang saya bilang, di Italia di baik-baik saja karena dia begitu cepat, tapi saya ragu dia bakal sedominan itu di Inggris."
"Duel udara juga bukan kekuatan terbaiknya, tetapi di Italia itu tak terlalu penting makanya dia baik-baik saja."
"Menarik melihat bagaimana situasi itu akan berjalan di Liga Primer, tetapi dia selalu mau belajar dan menghabiskan waktu bersama saya dan staf setelah sesi latihan untuk memperbaiki sundulannya dan meningkatkan tekniknya."
Mengapa Chelsea datangkan Koulibaly
Terlepas dari beberapa aspek permainannya yang dipertanyakan serta mahalnya harga Koulibaly buat seorang pemain yang sudah berusia di atas 30 tahun dan belum pernah mencicipi sepakbola Inggris, Chelsea 'ngebet' mendatangkannya ke Stamford Bridge.
Bek sentral berpengalaman itu akan menjadi bagian wajah baru lini belakang Thomas Tuchel usai ditinggal Antonio Rudiger dan Andreas Christensen.
Dia memiliki pengalaman di level tertinggi sepakbola Eropa, dengan mengantongi 26 penampilan Liga Champions buat Napoli sejak bergabung dengan mereka pada 2014.




