Karteker manajer Chelsea Frank Lampard berharap siapa pun yang menangani The Blues mulai musim 2023/24 bisa mendapatkan hasil bagus setelah mengalami keterpurukan terlalu dalam sejak 20 tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Lampard ketika disinggung mengenai kehadiran Mauricio Pochettino sebagai manajer Chelsea. Pochettino merupakan kandidat kuat pembesut Chelsea setelah beberapa pelatih menolak menangani tim dengan situasi seperti sekarang.
Chelsea telah ditangani empat manajer sepanjang musim 2022/23. Selepas mendepak Thomas Tuchel pada September 2022, Graham Potter pun didatangkan. Namun Potter tidak beruntung, karena ia ikut ditendang pada April 2023.
Chelsea selanjutnya menunjuk Bruno Saltor sebagai manajer sementara sebelum akhirnya mendatangkan Lampard sebagai karteker hingga akhir musim. Perubahan ini tidak memberikan pengaruh besar bagi klub berbasis di London tersebut.
Di bawah asuhan Lampard, Chelsea hanya mendapatkan satu kemenangan dari sepuluh pertandingan di seluruh kompetisi. Kondisi ini tentunya menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi manajer baru Chelsea di musim mendatang. Namun Lampard menolak mengomentari hal itu.
“Itu bisa jadi judul yang bagus, tapi saya tidak tahu. Masih harus dilihat, karena saya tidak bisa melompat ke masa depan. Saya pikir itu akan menjadi pekerjaan yang fantastis, karena ini adalah tugas Chelsea,” ujar Lampard dikutip laman Football London.
“Ketika saya mengambilnya pertama kali, saya mungkin mendapatkannya, karena banyak manajer top tidak menginginkan itu. Saya tahu pasti soal itu.”
“Saya menikmati prosesnya, dan saya senang masuk ke dalam tim. Saya berharap manajer baru akan baik-baik saja. Saya tidak tahu, itu masalah dia (manajer baru). Apakah itu judul yang Anda inginkan?”
Lampard akan menjalani tugas terakhirnya sebagai manajer ketika Chelsea melakoni laga pamungkas Liga Primer menjamu Newcastle United di Stadion Stamford Bridge, Minggu (28/5) malam WIB.


