Mantan pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe mengungkapkan tahun 2018 dan 2019 menjadi momen indah bagi dirinya selama menukangi Harimau Malaya, termasuk ketika mengalahkan Thailand dan Indonesia dua kali di kualifikasi Piala Dunia 2022.
Cheng Hoe meninggalkan kursi pelatih Malaysia setelah mereka gagal menembus ke semi-final Piala AFF 2020, karena hanya menempati peringkat tiga klasemen akhir Grup B. Kegagalan itu membuat Cheng Hoe mendapat kritikan dari publik sepakbola Malaysia.
Kendati demikian, Cheng Hoe menegaskan, keputusannya mundur dari kursi pelatih bukan disebabkan tekanan berbagai pihak kepada dirinya, baik federasi sepakbola Malaysia (FAM) maupun publik sepakbola Negeri Jiran.
“Saya tahu FAM memberikan target kepada saya untuk mencapai final Piala AFF, dan saya tidak mencapai target itu. Makanya saya mengundurkan diri,” tegas Cheng Hoe dikutip laman kantor berita Bernama.
“Memang saya membutuhkan waktu lama bagi untuk berpikir sebelum mengambil keputusan ini, berpikir lebih jauh tentang karir saya, dan juga reputasi sebagai pelatih yang harus saya jaga. Mungkin ada orang lain bisa menangani pekerjaan lebih baik dari saya.”
Pelatih berusia 53 tahun ini menambahkan, sejak ditunjuk menjadi pelatih pada 2017, ada sejumlah momen yang menjadi kenangan indah buat dirinya. Selain membawa Malaysia ke final Piala AFF 2018, Cheng Hoe juga menyebutkan keberhasilan mengalahkan Thailand dan Indonesia di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022.
Dalam persaingan di Grup G, yang disebut-sebut sebagai Piala AFF mini, Malaysia mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 dan 1-0. Sedangkan ketika berhadapan dengan Indonesia, Cheng Hoe membawa anak asuhnya memetik kemenangan 3-2 dan 2-0.
“Di tahun 2019 kami mampu mencapai target terbaik pada kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023 dengan kemenangan beruntun melawan Thailand dan Indonesia. Kami juga melihat pola permainan tim berada pada level yang cukup baik,” ucap Cheng Hoe.
Cheng Hoe menambahkan, saat ini dia belum memikirkan mengenai kelanjutan karirnya selepas mundur dari tim nasional. Cheng Hoe hanya berharap penerusnya bisa memberikan hasil lebih bagus di masa mendatang.
“Sejauh ini tidak ada tawaran, dan untuk sementara saya ingin bersantai dan fokus kepada keluarga saya, karena saya meninggalkan keluarga cukup lama juga untuk sepakbola,” kata Cheng Hoe.
“Menangani tim nasional tentu bukan tugas yang mudah. Tetapi saya yakin siapa pun yang ditunjuk dapat memberikan kehidupan baru ke dalam tim.”
