LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Jajaran pelatih Persegres Gresik United mengkambinghitamkan jadwal Liga 1 2017 sebagai penyebab mereka menelan kekalahan telak 7-1 dari Persela Lamongan di Stadion Surajaya kemarin.
Sebelum dijamu Persela, Gresik United meladeni Madura United di Stadion Petrokimia, Selasa (26/9). Sementara di hari yang sama, Persela bertandang ke Palembang sebelum menyambut kedatangan Gresik United. Asisten pelatih Pudji Handoko mengatakan, mereka hanya punya waktu empat hari untuk mempersiapkan tim.
SIMAK JUGA: Persela Hancurkan Gresik United
“Ini pertandingan sulit buat kami. Anak-anak sudah maksimal dengan kondisi tim kami seperti ini. Jadwal yang mepet membuat kami belum sempat membenahi kekurangan, kesalahan, tapi kami sudah dihadapkan dengan pertandingan berikutnya,” ujar Pudji.
“Akibatnya enggak ada pembenahan maksimal di tim ini. Kami tadi juga merotasi pemain untuk menjaga kebugaran mereka, siapa yang siap maka itu yang kami pasang.”
SIMAK JUGA: Hanafi: Gresik United Hampir Pasti Degradasi
Kekalahan telak ini membuat Gresik United menjadi tim yang paling banyak kebobolan di Liga 1 2017. Hingga pekan ke-27, gawang Laskar Joko Samudro sudah dibolosi 72 kali.
“Kami hanya bisa berikan instruksi, yang menjalankan semua di lapangan tetap pemain. Walaupun kami teriak-teriak sampai mulut kami berbusa, kalau pemain enggak mau, kami bisa apa?” ucap Pudji.
“Makanya di bola itu lebih dominan pemain ketimbang pelatih. Pemain datang ke lapangan tanpa pelatih bisa bermain, tapi pelatih datang ke lapangan tanpa pemain, tidak bisa apa-apa. Semua tergantung pemain di tengah lapangan, kami hanya bisa kasih instruksi.”
SIMAK JUGA: Manajer & Asisten Pelatih Gresik United Mundur
Salah satu penggawa Gresik United Yulius Mauloko menambahkan, ia beserta rekan-rekannya sudah berusaha maksimal untuk bisa mengimbangi Persela, namun hasil akhir memang belum memihak. Yulius pun enggan memberikan komentar ketika disinggung hasil tersebut merupakan imbas dari mundurnya manajer, asisten manajer, serta asisten pelatih Khusairi.
“Kalau masalah itu saya tidak bisa menjawab, karena tugas kami sebagai pemain hanya menjalankan instruksi pelatih di lapangan,” elak Yulius. (gk-43)

