Dini hari tadi penggemar Serie A Italia disuguhi pertarungan 'akbar' antara Juventus dan AC Milan di Allianz Stadium yang dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 1-0.
Berbicara sejarah, bentrok kedua tim selalu dinanti oleh para penggemar sepakbola, bahkan oleh kubu netral. Bukan tanpa alasan, Juventus dan AC Milan adalah dua tim papan atas dengan nama yang melegenda di sepakbola.
Sayangnya, Il Diavolo dalam beberapa tahun terakhir dihantam krisis finanasial yang berdampak besar terhadap penampilan mereka. Kondisi ini tentu saja berbanding terbalik jika melihat situasi si Nyonya Tua yang sukses mengamankan Scudetto delapan musim secara berturut-turut.
Milan juga memasuki lapangan pertandingan di peringkat 13 klasemen, sementara Bianconeri berada di urutan dua tertinggal satu poin dari Inter Milan dengan satu pertandingan lebih sedikit.
Satu lagi catatan yang sedikit mengganggu loyalis Milan pada pertandingan dini hari tadi yaitu, mereka tidak pernah mencatat kemenangan di semua delapan pertandingan sebelumnya di markas baru Juventus. Sebuah catatan yang pada akhirnya terbukti harus diperpanjang hingga musim depan.

Ya, setelah berjuang habis-habisan di markas lawan, Milan harus tertunduk dengan skor 1-0 berkat gol semata wayang Paulo Dybala pada menit 77. Bintang Argentina ini mencatatkan nama di papan skor memanfaatkan sodoran dari rekan senegaranya Gonzalo Higuain.
Milan sejatinya bukan tanpa perlawanan, meski mengawali laga dengan hati-hati hingga Juventus terlihat dominan, mereka mampu mengembangkan permainan dan menciptakan sejumlah momen yang membuat fans di tribun tuan rumah menghembuskan nafas laga.
Tandukan Piatek gagal mengenai sasaran sementara sundulan Paqueta dengan jitu ditepi oleh Szczesny hingga kedua tim memasuki ruang ganti di masa rehat dengan kedudukan sama kuat tanpa gol. Pada titik ini, bisa dikatakan tidak satupun dari kedua tim yang tampil mengecewakan.
Di awal babak kedua, Juventus balik menekan. Bola dari umpan-umpan mereka bergulir dengan tujuan yang lebih pasti hingga memaksa para pemain Milan untuk lebih banyak berlari di area sendiri.
Patut jadi catatan, Juventus adalah tim Serie A dengan poin terbanyak setelah mencetak gol di 30 menit terakhir pertandingan, sementara di periode yang sama Milan adalah tim yang kehilangan poin terbanyak.
Statistik tersebut bisa dijadikan pertanda jika Juventus adalah tim yang mampu tampil konsisten di sepanjang pertandingan dan dini hari tadi mereka menyuguhkan bukti dari pernyataan tersebut.
Peluang demi peluang memang berhasil diciptakan kedua tim di paruh kedua namun pada akhirnya tuan rumah bersorak saat Dybala yang menggantikan Cristiano Ronaldo berhasil memecah kebuntuan pada menit 77.
Pada posisi tertinggal Milan memang tersentak dan mereka mencoba bangkit untuk membalas namun dua peluang emas yang menghampiri Calhanoglu gagal berbuah manis dan dengan sisa waktu yang tipis mereka pada akhirnya harus menyerah.
Untuk mengatakan Milan meninggalkan lapangan dengan tertunduk lesu rasanya terlalu kejam, tetapi mereka juga kehilangan momentum spesial untuk bangkit di sisa kompetisi.
Sementara itu Juventus sejatunya harus berterima kasih pada Szczesny yang tampil gemilang di bawah mistar gawang, andai tidak mungkin ceritanya bakal berbeda bagi si Nyonya Tua.
Di sisi lain kontribusi Ronaldo pada Juventus juga patut dipertanyakan. Pada pertandingan ini, sang supersar yang dikabarkan mengalami cedera minor sebelum melangkahkan kaki ke lapangan hanya mampu mencatatkan satu umpan kunci dan satu tembakan sebelum digantikan oleh Dybala. Lebih jauh, laporan dari Sky Sport menyebutkan Ronaldo meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir.
Hasil tiga poin membuat Juventus kembali merebut status Capolista yang sempat diambil alih oleh Inter Milan sementara AC Milan masih harus berjuang keras untuk memperbaiki posisi mereka yang turun ke peringkat 14.




