Juventus meneruskan catatan mereka sebagai tim paling dominan di Eropa dalam kompetisi domestik mereka sendiri setelah sukses menyegel Scudetto Serie A musim ini.
Bianconeri sukses memastikan Scudetto kesembilan mereka secara beruntun menyusul kemenangan 2-0 atas Sampdoria di Allianz Stadium, Senin (27/7) dini hari WIB.
Cristiano Ronaldo dan Federico Bernardeschi mengemas dua gol penentu tiga poin yang memastikan torehan gelar juara bagi Juventus, yang keluar dari tren negatif selepas hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir.
Meski pun kampanye 2019/20 bukanlah musim yang mengesankan bagi Juventus, mereka tetap mampu menjadi juara dan memperpanjang rekor gelar liga domestik berturut-turut dengan dua pertandingan tersisa.
Gelar pertama dari rentetan panjang ini mereka amankan pada 6 Mei 2012.
Dengan mengalahkan Sampdoria, Juventus membukukan Scudetto yang kesembilan hanya tiga hari setelah merayakan hari ke-3.000 secara beruntun sebagai juara Italia.
Antonio Conte memimpin Juventus meraih tiga gelar pertama dalam laju ini dan Massimiliano Allegri memperpanjangnya dengan raihan lima gelar lagi.
Sekarang Maurizio Sarri menjaga tradisi tersebut dalam musim debutnya sebagai pelatih Bianconeri, sekaligus memenangkan trofi liga domestik pertamanya dalam karier dalam sepakbola Italia.
Dengan memuncaki Serie A pada usia 61 tahun, Sarri melewati rekor Nils Liedholm (60 tahun dan 219 hari) sebagai pelatih tertua yang sukses merengkuh Scudetto.
Sarri ditunjuk menduduki kursi kepelatihan di Turin untuk menerapkan gaya sepakbolanya yang atraktif, namun lini belakang timnya justru tampak kewalahan.
Juventus telah kebobolan 38 gol sejauh ini, menjadi tim pertama yang sukses menjadi juara dengan catatan kemasukan gol terbanyak sejak AC Milan dengan total gol yang sama saat menjadi kampiun musim 1961-62.
Bek veteran Giorgio Chiellini merupakan satu-satunya pemain yang setidaknya membuat satu penampilan dalam masing-masing dari sembilan tahun beruntun Juventus meraih Scudetto Serie A, sementara Gianluigi Buffon menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang mengoleksi Scudetto terbanyak.
Musim ini, Buffon juga melewati Paolo Maldini sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di Serie A selain juga sukses memenangkan Scudetto untuk yang kesepuluh kali dalam kariernya.
Kesuksesan Juventus juga tak lepas dari kontribusi besar Cristiano Ronaldo dengan performa luar biasanya dalam urusan membobol gawang lawan.
Sang pemenang lima Ballon d'Or tersebut mungkin sudah berusia 35 tahun, namun instingnya sebagai pemain tajam tidak menurun. Musim ini, ia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak sedikitnya 50 gol di Serie A, LaLiga dan Liga Primer.
Ronaldo juga merupakan pemain tercepat yang mencapai 50 gol di antara para pemain yang melakoni debut di Serie A sejak 1994-95, mencapai tonggak sejarah tersebut dengan hanya 61 penampilan saat mengemas dua gol ke gawang Lazio pekan lalu.
Sepasang gol tersebut juga membuat sang superstar Portugal memiliki 30 gol musim ini dan menambahnya menjadi 31 gol selepas duel lawan Sampdoria, membuatnya menjadi bintang Juve ketiga yang mampu menembus angka tersebut dalam semusim kompetisi setelah Felice Borel (32 gol pada 1933/34) dan John Hansen (30 pada 1951-52).


