Super League Florentino Pérez Joan LaportaGetty Images

Juventus Mundur Dari Super League, Barcelona Maju Terus

Barcelona menegaskan mereka tidak mengendurkan semangat untuk melanjutkan proyek Super League setelah Juventus dipastikan mundur dari rencana menggelar liga khusus klub elite Eropa.

Keputusan Juventus mundur dari proyek tersebut membuat Super League kini hanya didukung Barcelona dan Real Madrid. Kepastian Juventus mundur sudah disampaikan petinggi klub Serie A Italia tersebut kepada Barcelona dan Madrid.

Kendati makin kehilangan klub pendukung, Barcelona menegaskan mereka akan tetap melanjutkan proyek tersebut. Saat ini, pengusul bergulirnya Super League sedang menunggu keputusan Pengadilan Uni Eropa.

“FC Barcelona mengonfirmasi telah meneraima surat komunikasi yang ditandatangani Gianluca Ferrero, presiden Juventus, kemarin, 6 Juni 2023,” demikian pernyataan klub dikutip laman Mundo Deportivo.

“Sesuai dengan kewajiban hukum dan kontrak, FC Barcelona akan menjaga kerahasiaan terkait percakapan di masa mendatang dengan Juventus di Turin untuk menilai potensi penarikan mereka dari proyek Super League.”

“FC Barcelona mengingatkan, proyek tersebut saat ini sedang dalam proses hukum sambil menunggu keputusan Pengadilan Uni Eropa di Luksemburg, dan diserahkan ke perlindungan keadilan di Spanyol.”

“Resolusi Pengadilan Uni Eropa akan sangat penting untuk menjamin kepastian hukum yang diperlukan mengenai interpretasi yang memadai dan benar dari kerangka hukum sepakbola profesional di Eropa.”

“Resolusi ini, yang dijadwalkan akan diturunkan dalam beberapa bulan mendatang, bakal menentukan posisi akhir FC Barcelona terkait masalah ini.”

Super League awalnya ingin diluncurkan pada April 2021. Namun rencana itu menjadi berantakan setelah sebagian besar klub pendirinya langsung menarik diri dari proposal kompetisi tandingan tersebut. Apalagi UEFA d sudah bersiap memberikan sanksi kepada klub yang tetap terlibat menjalankan Super League.

Wacana Super League memang mendapat tentangan dari publik sepakbola Eropa. Mereka menganggap Super League tidak mencerminkan pokok dasar sepakbola, dan menghilangkan sejarah olahraga ini yang menjadi hiburan seluruh pecinta sepakbola, terutama dari kaum pekerja kasar.

Iklan
0