Hanya beberapa pekan lalu, Juventus optimistis finis di zona Liga Champions Eropa, bahkan berani menantang Napoli dalam perburuan gelar Serie A. Namun, kini semuanya berubah total, dan ancaman degradasi mulai membikin sang pelatih, Massimiliano Allegri, harap-harap cemas.
Pada 21 Januari 2023 kemarin, Bianconeri resmi dijatuhi hukuman minus 15 poin oleh PSSI-nya Italia (FIGC) usai dinyatakan bersalah memanipulasi laporan keuangan dalam skandal plusvalenza dan penghematan gaji fiktif.
Hukuman ini mementahkan kerja keras Juve yang berhasil bangkit dari keterpurukan awal musim, mencatatkan delapan kemenangan beruntun tanpa kebobolan di Serie A.
Juventus dalam bayang-bayang degradasi
Sekarang, mereka sudah tiga laga gagal menang di liga, terakhir dibungkam Monza 2-0 di kandang sendiri, Minggu (29/1). Si Nyonya Tua tercecer di peringkat 13 dan lebih dekat dengan zona degradasi daripada empat besar atau zona Liga Champions.
Allegri pun muram, mewanti-wanti anak asuhnya untuk segera memutus tren buruk ini. Salah-salah, Serie B bukan lagi sekadar mimpi buruk di siang bolong.
"Kami mengoleksi 38 poin, tapi sekarang tinggal 23 sehingga harus menyesuaikan," ucap sang allenatore dilansir Football Italia.
"Kami harus mengumpulkan poin supaya selamat di Serie A. Situasi kami benar-benar berantakan, tapi inilah realitanya saat ini dan kami harus menyadari itu. Kalau tidak, ini bisa berakhir buruk bagi kami."
Allegri juga harus tanggung jawab!
Getty ImagesKendati demikian, pengurangan poin bukan satu-satunya faktor yang mengakibatkan Juve berada di posisi terancam. Mereka hanya meraih tiga kemenangan di sembilan laga pertama Serie A 2022/23, juga terdegradasi ke Liga Europa usai tersingkir dari fase grup UCL.
Legenda Bianconeri, Alessandro Del Piero mengakui bahwa kondisi psikologis para penggawa Juve pasti terguncang setelah hukuman pengurangan poin, namun ia menegaskan bahwa Allegri harus bertanggung jawab atas start buruk mereka.
"Awal musim yang amburadul juga menjadi tanggung jawabnya [Allegri]," ucap Del Piero.
"Soal kekalahan di Liga Champions, soliditas yang saya lihat dalam beberapa tahun terakhir seolah lenyap tak berbekas musim ini."




