Ronaldo Juve 2020Getty

"Cristiano Ronaldo Tidak Terbiasa Gagal Penalti" - Sang Superstar Juventus Dibela Maurizio Sarri

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri senang dengan penampilan Cristiano Ronaldo meski gagal mengeksekusi penalti saat menghadapi AC Milan di semi-final Coppa Italia.

Sepakan penalti Ronaldo mengenai tiang gawang pada menit ke-16, dengan Juventus hanya bermain imbang tanpa gol melawan 10 pemain Milan, dalam duel leg kedua semi-final yang berlangsung tanpa penonton di Allianz Stadium, Sabtu (13/6) dini hari WIB.

Pada pertemuan pertama Februari lalu, Ronaldo sukses mencetak gol lewat titik putih untuk mengamankan skor 1-1. Hasil dalam laga yang dimainkan sebelum kompetisi dihentikan karena pandemi virus corona itu membawa Juventus lolos ke final Coppa Italia berkat keunggulan gol tandang.

Berbicara kepada Rai Sport setelah melewati pertandingan profesional pertama sejak wabah COVID-19 melanda Italia, Sarri mengatakan: "Saya meminta Ronaldo untuk mengambil peran yang lebih sentral, ia senang untuk mencobanya dan ia memainkan permainan yang diperlukannya sekarang ini."

"Ia mungkin tidak terbiasa gagal mengeksekusi penalti, jadi membentur bagian dalam tiang gawang membuat bola bisa ke mana saja dan ia tidak beruntung."

"Saya tidak berpikir memainkannya beberapa meter lagi ke depan atau cara lain akan membuat perbedaan besar bagi pemain yang tangguh. Semua pemain memiliki awal yang bagus dalam 30 menit dan kemudian memudar."

Kampiun Serie A, Juventus akan bertemu Napoli atau Inter Milan di final Coppa Italia di Roma pada 17 Juni mendatang dan Sarri menambahkan: "Jelas setelah tiga bulan, kembali ke sisi lapangan dan menyaksikan tim di luar sana adalah sensasi yang baik, meski pun tidak sama rasanya tanpa fans."

"Saya sangat terkejut dan puas dengan 30 menit awal kami, karena kami menggerakan bola dengan cepat dan benar-benar mendominasi permainan, bahkan sebelum kartu merah [bagi Milan]."

"Setelah itu, kami perlahan-lahan menurunkan tempo, intensitas dan determinasi mental, tapi itulah risiki bermain di stadion kosong. Kami melakukannya dengan sangat baik, memainkan satu dua sentuhan, namun kemudian kami melambat dan kehilangan ketajaman, lebih fokus pada gerakan individu dan mengambil dua sentuhan."

"Sisi positifnya, kami tidak membiarkan lawan mengembangkan permainan sama sekali. Akan membutuhkan waktu untuk mengembalikan kebugaran dan mentalitas menjadi 100 persen. Jika Anda membandingkannya dengan pertandingan pramusim, sebenarnya pada awal Juli, tapi ini lebih buruk daripada pramusim, karena ada jeda yang jauh lebih lama."

"Butuh kesabaran, tapi 30 menit pertama yang saya lihat hari ini adalah pertanda bagus."

Iklan
0