Cristiano Ronaldo tampil sebagai bintang utama kemenangan Juventus 3-1 atas tuan rumah Cagliari usai memborong hat-trick, tetapi ia mungkin saja hanya membuat satu gol kalau diusir dini saat laga baru berjalan 12 menit.
Dua menit usai memecahkan kebuntuan untuk Bianconeri dalam pertandingan di Sardegna Arena, Minggu (14/3), Ronaldo mengangkat kaki terlalu tinggi dan menerjang kiper Alessio Cragno saat mencoba menyambut sebuah umpan silang.
Insiden tersebut membuat dagu Cragno terluka dan ia terlihat masih berdarah ketika menghadapi tendangan penalti dalam gol kedua Ronaldo (25').
Wasit "cuma" mengganjar sang superstar Portugal dengan kartu kuning atas pelanggaran berbahaya tersebut, dan ini membuat berang presiden Cagliari Tommaso Giulini.
"Kami tidak menampilkan performa baik di babak pertama, karena kami kekurangan kegigihan, agresi, dan semangat," tutur Giulini kepada Sky Sport Italia.
"Saya berharap melihat sikap yang sepenuhnya berbeda saat kami menghadapi Spezia pekan depan. Kami bahkan tidak mendapatkan satu pun kartu kuning dan saya rasa itu mencerminkan betapa lesunya performa kami."
"Saya amat kecewa dengan cara pemain-pemain saya mendekati laga ini, tetapi terutama saya kesal Ronaldo tidak dikartu merah, karena insiden tersebut bisa saja mengubah laga."
"Itu pelanggaran berbahaya, mengancam keselamatan kiper kami dan oleh karenanya harus dihukum dengan kartu merah langsung. Itulah yang tertulis dalam buku aturan," pungkasnya.
Bukan hanya presiden Cagliari saja yang memandang Ronaldo semestinya dikeluarkan. Mantan wasit Serie A Luca Marelli berpendapat sama.
"Ronaldo pantas dikartu merah. Meski tidak disengaja, itu pelanggaran serius yang pantas melahirkan kartu merah, sayang sekali VAR tidak mengintervensi," kata Marelli.




