Bos AS Roma Jose Mourinho dilaporkan terancam terkena sanksi larangan bermain dua hingga tiga laga karena menuduh wasit Luca Pairetto sebagai wasit "kiriman Juventus."
Bekas manajer Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United itu dikartu merah di babak kedua ketika Roma ditahan imbang 2-2 oleh Hellas Verona, Minggu (20/2) dini hari WIB.
Terkini, suratkabar La Stampa membeberkan detail baru yang bisa membuat Mourinho terkena larangan bertanding untuk waktu yang lebih lama.
Apa yang dilakukan Mourinho?
Giallorossi bangkit dari ketertinggalan 2-0, tetapi Mourinho sempat mengamuk di menit tambahan dan melakukan gestur telepon dengan tangannya. Ia lalu mengambil bola dan menendangnya sebagai ekspresi rasa frustrasi dirinya, yang lalu membuat dia diusir keluar lapangan.
Gestur 'telepon' yang dilakukan Mourinho ditengarai merujuk pada ayah Pairetto, Pierluigi.
Pierluigi Pairetto adalah wasit yang dahulu terkena sanksi atas keterlibatannya di skandal Calciopoli pada 2006.
La Stampa juga melaporkan bahwa Mourinho meneriaki Pairetto: "Mereka sengaja mengirimkan kamu ke sini, kamu kiriman Juventus." Bianconeri sendiri merupakan rival Roma dalam perebutan empat besar di Serie A, dan kini duduk di atas Giallorossi dengan keunggulan enam poin.
Siapa ayah Pairetto?
Pierluigi Pairetto dahulu menjabat wakit ketua Italia komite wasit UEFA ketika skandal Calciopoli terungkap pada 2006 - yang melibatkan Juventus dan berbagai tim lain yang melakukan pengaturan skor dengan memilih wasit-wasit tertentu lewat panggilan telepon.
Pierluigi lalu diskors dari sepakbola hingga 42 bulan, dan hukuman 16 bulan penjara, meski kemudian dibebaskan.
