AC Milan Juventus 2011Getty

Kisah Pilu 'Gol Hantu' Vs Juventus Yang Mengubah Sejarah AC Milan di 2012

Harapan AC Milan untuk kembali menjadi kampiun Serie A setelah terakhir sepuluh tahun lalu harus sirna, dengan Inter yang pada Giornata ke-34 telah memastikan Scudetto untuk memutus dominasi Juventus di kompetisi domestik. Padahal si Merah Hitam mampu menempati peringkat satu di putaran pertama.

Meski sudah dipastikan tak bisa membawa pulang piala ke San Siro, Milan masih memiliki kans untuk merebut peringkat kedua, dengan Rossonerri saat ini berada di peringkat keempat dan mengumpulkan 69 poin, menyamai torehan Atalanta (peringkat kedua) dan Juve (peringkat ketiga).

Hal itu bisa saja terjadi andai tim asuhan Stefano Pioli mampu memenangkan laga saat bertandang ke markas Juventus, Senin (10/5) WIB.

Namun sudah jelas, Juve tidak akan semudah itu untuk dikalahkan, dengan kekecewaan mereka yang gagal mencatatkan gelar kesepuluh Serie A secara berturut-turut, paling tidak mereka harus bisa mencuri posisi dua dari Atalanta.

Serie A musim 2011/12

Jika melihat duel dari dua tim ini, kita tidak akan pernah lupa tragedi 'gol hantu' Sulley Muntari ke gawang Gianluigi Buffon sembilan tahun silam yang mengubah sejarah Rossonerri. Gol yang seharusnya bisa membuat Milan mempertahankan gelar dan juga beberapa pemain mereka di musim itu.

Berdasarkan tayangan ulang, tandukan Muntari terlihat sudah melewati garis gawang sebelum dihalau keluar oleh Buffon, namun sang pengadil lapangan tak menggubris hal itu dan terus melanjutkan pertandingan.

Sulley Muntari MilanGetty

Padahal saat itu Robinho cs mampu memimpin lebih dulu lewat tendangan jarak jauh Antonio Nocerino di babak pertama. Namun di babak kedua, Rossonerri seperti kehilangan tajinya, mereka malah dibombardir oleh para pemain Juve.

Hingga akhirnya, gawang Cristian Abbiati pun jebol setelah Alessandro Matri mampu mengkonversikan umpan dari sisi kanan menjadi gol lewat sepakan volinya.

Milan yang saat itu berstatus sebagai juara bertahan harus kehilangan gelar Scudetto yang direbut si Nyonya Tua dengan raihan 84 poin di akhir musim, unggul empat angka dari  Diavolo Rosso .

Musim itu telah mengubah sejarah Rossonerri. Dilansir dari  Football Italia , gelandang Milan kala itu, Nocerino berkata: "Momen ini mengubah masa depan Milan."

"Dengan gol ini, Milan akan meraih Scudetto. Para pemain besar seperti Zlatan (Ibrahimovic) dan Thiago Silva tidak akan meninggalkan klub musim panas saat itu. Gol hantu itu mengubah sejarah Milan."

"Bukan setelah pertandingan semua orang menjadi gila, tapi itu terjadi tepat setelah gol."

"Itu diluar nalar, itu adalah sebuah gol. Buffon bergerak ke belakang garis gawang ketika di membuang bola."

Hal itu juga disampaikan oleh wakil presiden Milan kala itu Adriano Galliani pada November tahun lalu.

Mereka tidak hanya kehilangan trofi, namun juga pendapatan klub setelah gagal meraih Scudetto, yang berujung pada dijualnya Ibrahimovic dan Silva ke Paris Saint-Germain di musim panas 2013 untuk mengatasi keuangan klub yang berantakan.

"Seharusnya gol itu disahkan dan kami akan memenangkan gelar di musim tersebut," ungkap Galliani dilansir dari  Football Italia .

"Sejarah juga berubah. Kami menjual Ibrahimovic dan Thiago Silva di akhir musim. Dua pemain besar yang saat ini masih bermain di level tertinggi."

"Jika kami juara, mereka mungkin masih pemain Milan dan kami juga bisa mendatangkan Carlos Tevez, yang kemudian memilih untuk menandatangani kontrak dengan Juventus. Padahal jika ada dia, kami akan memenangkan tiga gelar Serie A secara berturut-turut."

Thiago Silva & Zlatan Ibrahimovic (Paris SG)Getty

Perebutan posisi empat besar Serie A musim 2020/21

Giornata ke-35 akan mempertemukan dua tim besar, yakni Juve kontra Milan.

Keduanya akan saling sikut untuk memantapkan posisi di peringkat kedua yang saat ini dihuni oleh tim asuhan Gian Piero Gasperini.

Namun, usaha dua tim tersebut tidak akan mudah mengingat Atalanta juga ingin mengunci posisi dua klasemen di bawah Inter.

Selain Atalanta, Napoli yang berada di peringkat kelima dengan selisih dua poin, tentu saja akan berjuang untuk bisa finis di empat besar. Ditambah lagi, Gli Azzurri pasti akan memanfaatkan beberapa pertandingan kunci untuk bisa merebut posisi empat besar dari tiga tim diatasnya, termasuk laga Juve melawan Milan.

Tim asuhan Andrea Pirlo masih harus bertarung dengan peraih Scudetto Inter setelah menyambangi markas Sassuolo, dan akan ditutup dengan laga melawan Bologna.

Di Giornata terakhir, Ibrahimovic cs juga harus adu pukul dengan peringkat kedua saat ini Atalanta, menyusul pertandingan melawan Torino dan Cagliari sebelumnya.

Patut kita nantikan bagaimana akhir dari posisi empat besar Serie A yang coba diperebutkan oleh empat tim, dengan Nerazzurri yang sudah siap berpesta untuk kemenangan musim ini.

Iklan