Jürgen Klopp Liverpool FCGetty Images

Jurgen Klopp Siap Hormati Kontrak Liverpool Hingga 2024

Jurgen Klopp mengeluarkan isyarat bakal bertahan di Liverpool hingga kontraknya habis pada musim panas 2024 dan pelatih asal Jerman ini menegaskan kesiapan menghasilkan hasil positif di Anfield di masa depan. 

Konsistensi menjadi barang langka bagi Liverpool yang sebelumnya berhasil memasang standar tinggi di sepakbola berkat kesuksesan mereka di Liga Primer Inggris dan Liga Champions. 

Di tengah-tengah badai cedera, Klopp mulai dipertanyakan namun dia menegaskan telah menjadi manajer yang lebih baik setelah tim asuhannya kesulitan dan tidak akan lari dari masalah. 

"Masalah di sepakbola belakangan ini adalah semunya tentang hasil akhir. Orang-orang tidak mau mengerti ketika ada kemajuan hal-hal kecil namun tidak berujung pada hasil yang lebih baik," ujar Klopp di Sky Sports. 

"Jika kami menang 15 atau 20 pertandingan beruntun, maka pujian akan datang membanjiri. Saat kalah, dan saya mengatakan hal yang sama maka mereka tidak peduli dan menuntut kemenangan."

"Saya tahu, sekarang memang ada masalah. Saya bertanggung jawab, dan bukan hanya sekarang tetapi untuk bertahun-tahun ke depan. Itulah mengapa saya tidak akan membiarkan periode seperti ini berlalu begitu saja tanpa pembelajaran."

"Kami belum dapat membuktikan itu semua karena belum bisa keluar dari situasi seperti sekarang. Kami harus membuktikannya nanti."

Empat besar menjadi target paling realistis bagi Liverpool setelah menuntaskan dahaga juara dalam 30 tahun musim lalu. 

Kebugaran memang membuat situasi menjadi rumit namun Klopp enggan menggunakannya sebagai alasan. 

"Kebanyakan masalah yang menimpa Liverpool adalah akibat dari situasi cedera," imbuhnya. 

"Tahun ini kami menghadapi masalah yang benar-benar baru yang tidak pernah saya alami yaitu harus mengubah susunan pemain setiap pekan."

"Karena itu juga pada musim ini saya telah menjadi manajer yang lebih baik dari sebelumnya. Sekarang saya harus memikirkannya secara terus menerus."

"Terkadang siutasinya adalah kami berlatih di sepanjang pekan dengan line-up yang sudah dipastikan, kemudian dalam satu malam itu semua berubah. Hal seperti ini sebenarnya biasa terjadi di sepakbola, tetapi kami mengalaminya berulang kali."

"Orang-orang berpikir mungkin saya sedang mencari alasan. Saya sebetulnya tidak peduli yang mereka pikirkan, jujur saja. Kami memang tidak berlindung di balik cedera tetapi ketika pertanyaan itu datang saya harus menjelaskannya."

Iklan
0