Manajer Liverpool melempar pujian habis-habisan kepada striker Manchester City Erling Haaland menjelang duel kedua tim di Stadion Anfield, Minggu (16/10) malam WIB, pada lanjutan Liga Primer Inggris (EPL).
Sempat tidak memperlihatkan ketajamannya dalam duel Liverpool kontra City di Community Shield beberapa bulan lalu, kini Haaland datang ke Anfield dengan berstatus mesin gol setelah melesakkan 20 gol dalam 12 pertandingan.
Klopp sebetulnya sudah tidak asing dengan sosok Haaland. Penyerang asal Norwegia ini pernah mencetak gol di Anfield kala Liverpool bertemu RB Salzburg di Liga Champions sebelum sang pemain hijrah ke Borussia Dortmund.
Juru taktik asal Jerman ini pun memberikan pujian setinggi langit dengan menyebut Haaland sebagai seorang striker yang komplet. Klopp membahas apa yang membuat Haaland begitu efektif sebagai striker.
“Dia memiliki kombinasi fisik dan teknik yang bagus. Dia tahu di mana posisi offside, membacanya dengan baik,” tutur Klopp dikutip laman Manchester Evening News.
“Begitu banyak hal untuk menjadi seorang striker, dan di City memiliki beberapa pemain terbaik di sekitar dia yang menyiapkan umpan untuk dijadikan gol. Begitulah cara dia menggabungkan banyak hal.”
“Finishing-nya jelas luar biasa, dan dia cerdas dalam melakukan pergerakan. Itu membuat dia menjadi pemain cepat. Anda hanya dapat menggunakan kecepatan jika Anda menggunakannya dengan cara yang cerdas. Anda harus memastikan Anda bersabar untuk tidak melakukannya. Seluruh paketnya membuat dia spesial.”
Kepiawaian Haaland di kotak penalti membuat Klopp harus memutar otak untuk mematikan pergerakannya. Di lain sisi, Klopp tidak mungkin menginstruksikan dua pemainnya buat mengawasi pergerakan Haaland, karena akan menciptakan lubang di pertahanan Liverpool.
“Dia mungkin striker terbaik di dunia, jadi kami harus memastikan dia tidak mendapatkan banyak bola. Itu yang akan kami coba antisipasi,” kata Klopp.
“Tapi melawan City masalahnya adalah jika Anda menutup ruang gerak Haaland dengan menempatkan terlalu banyak pemain, Anda membuka celah untuk semua pemain kelas dunia lainnya [di City]. Ini membuat kami tidak mudah juga. Ini tantangan, sebuah masalah di sepakbola, dan kami mencoba mencari solusi.”


