Pelatih Sabah FC Ong Kim Swee merasa lega setelah tim besutannya terhindar dari klub Australia di fase grup Piala AFC 2023/24, dan berharap bisa melaju hingga partai final.
Sabah yang diperkuat penggawa timnas Indonesia Saddil Ramdani masuk ke dalam Grup H bersama PSM Makassar, wakil Vietnam Haiphong FC, dan klub Singapura Hougang United.
Bagi Kim Swee, hasil undian ini sangat menguntungkan. Sebab, dua wakil Australia, Macarthur dan Central Coast Mariners, berada di grup berbeda, sehingga tidak bertemu dengan lawan yang sulit.
Selain itu, keuntungan lainnya adalah dari sisi perjalanan. Sabah FC tidak perlu melakoni perjalanan hingga ke Australia yang diperkirakan cukup melelahkan. Mereka hanya perlu melakukan transit di Kuala Lumpur untuk menjalani laga di kandang PSM dan Haiphong.
“Kalau membandingkan dengan dua grup lainnya, tentu kami berada di grup yang baik, terutama kami bisa menghindari tim asal Australia. Namun kami tidak boleh merasa nyaman, karena pertandingan di level Asia dengan bermain di kandang lawan akan menjadi tantangan,” tutur Kim Swee melalui kanal YouTube Harimau Malaya.
“Kalau kita lihat calon lawan kami, Singapura menjadi jarak yang paling dekat, karena ada penerbangan langsung dari Kota Kinabalu. Tetapi untuk ke Makassar dan Vietnam, kami harus transit dulu di Kuala Lumpur. Ini sedikit banyak membantu kalau kita membandingkan dengan dua grup lainnya.”
Kim Swee menambahkan, ia tidak memberikan target kepada pemain di Piala AFC ini, walau tetap memandang serius turnamen antarklub kasta kedua di Asia tersebut. Kim Swee menjadi Johor Darul Takzim sebagai inspirasi meraih gelar juara.
Sabah juga ingin meniru aksi Kuala Lumpur City FC yang sukses mencapai babak final pada edisi musim lalu. KL City menembus ke final, meski gagal menjadi juara, karena dikalahkan klub Oman, Al-Seeb.
“Kami tidak memberikan target, tapi sasaran obyektif. Menurut saya, untuk lolos ke babak berikutnya akan memberikan dampak yang berbeda bagi Sabah,” kata mantan arsitek timnas Malaysia itu.
“Kami menginginkan JDT sebagai inspirasi untuk menjadi juara, dan saya ingin menjadikan Kuala Lumpur sebagai kepercayaan untuk para pemain, karena mereka bisa ke final.”




