Julen Lopetegui merasa sangat bahagia setelah resmi diperkenalkan Real Madrid kepada publik mengenai jabatannya sebagai pelatih anyar, Jumat (15/6).
Situasi rumit dialami Lopetegui dalam penunjukkannya sebagai juru latih baru Los Blancos, terumata ketika resmi didapuk menjadi suksesor Zinedine Zidane dua hari sebelumnya.
Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) pun dibuat meradang dengan momen tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk memecat Lopetegui sebagai pelatih tim nasional hanya sehari jelang Piala Dunia dimulai.
"Semoga saya tak merasa semangat berlebihan karena ini adalah hari yang menyenangkan dan bagi saya untuk mengatakan apa yang ingin saya katakan," ujar pelatih berusia 51 tahun tersebut.
"Terima kasih presiden [Florentino Perez], terima kasih banyak Real Madrid, atas kepercayaan yang sudah ditunjukkan kepada saya dan memberi tanggung jawab yang akan saya emban dengan rasa bangga dan kekuatan."
"Saya mengenal klub ini, mereka menginginkan segalanya yang terbaik."
"Segalanya tak cukup di sini. Kami akan mencoba untuk memberikan yang terbaik, kami akan berjuang demi memuaskan sejarah klub dan mengembangkannya."
"Saya merasa layak untuk menerima tantangan ini, terlebih saya merasa punya kekuatan dan energi yang didukung Madrid. Sebagai pelatih, saya butuh hal-hal seperti itu."
"Tanpa diragukan, kami akan menggunakannya jadi kami bisa terus berkembang, mengelola tim yang dihuni banyak pemain hebat dan tetap bersama-sama sehingga kami bisa mencapai target tertinggi."
Lopetegui lantas menyinggung masalah pemecatan dirinya dari timnas Spanyol, yang disebutnya menjadi momen paling menyedihkan dalam hidupnya.
"Kami akan berusaha memenangkan segalanya. Kemarin, mungkin sejak meninggalnya ibu saya, adalah hari paling menyedihkan dalan hidup saya. Tapi sekarang adalah hari terindah," lanjutnya.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Saya merasa menjadi bagian dari keluarga Madrid. Terima kasih banyak dan saya akan selalu setuju terhadap apa pun yang dibutuhkan."


