Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos cukup kecewa dengan hasil imbang 1-1 yang didapat dalam lawatan ke markas Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1, Sabtu (24/8) sore WIB.
Macan Kemayoran mengawali laga dengan tempo lambat, sebelum kemudian membaik di babak kedua dan mampu memecah kebuntuan pada menit ke-68 melalui aksi Marko Simic.
Hanya saja, potensi kemenangan mereka sirna sepuluh menit jelang pertandingan berakhir, dengan eksekusi penalti Misbakus Solikin menyamakan skor bagi tuan rumah.
"Pertandingan yang sangat berimbang, babak pertama kami belum tampil optimal tapi babak kedua kami ambil alih permainan," ungkap juru taktik asal Spanyol tersebut saat jumpa pers.
"Kami bisa cetak gol duluan, tapi sangat disayangkan belum bisa membawa pulang tiga poin ke Jakarta. Memang sangat sulit bagi kami untuk menang di Surabaya, dan kami harus perbaiki agar ke depannya lebih baik lagi."
Tensi laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo tersebut cukup panas, total enam kartu kuning keluar dari saku wasit dengan salah satu di antaranya ditujukan kepada Julio.
Sang pelatih mendapat peringatan karena memprotes keras keputusan wasit yang mengabaikan klaim penalti Persija jelang akhir babak kedua. Julio pun mengeluhkan kinerja pengadil lapangan.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan [performa] wasit tahun ini. Kami adalah tim juara, tapi tahun ini kami seperti dikerjai wasit," keluh eks asisten pelatih Luis Milla di tim nasional Indonesia tersebut.
"Seharusnya kami mendapat dua penalti, jelas itu tapi sayangnya wasit seperti tidak melihatnya. Wajar saya protes, ini bukan pertama kalinya karena kami sering dikerjai wasit."
Hasil imbang lawan Persebaya membuat Persija belum beranjak dari papan bawah klasemen sementara, dengan mengoleksi 13 poin dari 12 pertandingan.


